Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

From Dako to Dago

Arif Setiawan, June 19, 2012March 25, 2026

Beberapa minggu yang lalu akhirnya jadi juga acara sepedaan ke Dago, kami bersepeda dari kampus IT Telkom hingga ke Terminal Dago, sebenarnya pengen ke atas lagi, tapi ada rekan yang tidak kuat lagi, karena tanjakannya memang sudah lumayan berat pagi pengendara sepeda.

Kami (saya, kak Adi, Ika) berangkat jam 7 pagi dari Dayeuhkolot menuju Simpang Lima Asia Afrika untuk bertemu dengan teman kak Adi, Kak Probo yang rumahnya ada di Kopo. Kami melewati jalur Sukapura, Batununggal, Buah Batu, Karapitan. Kebetulan saat itu ada Car Free Day di Jl. Buah Batu hingga perjalanan kami sedikit terhambat.

Setelah sampai di simpang lima, Kak Probo ternyata sudah menunggu kami, tak lama kami berempat langsung meneruskan perjalanan menuju Dago Atas melewati Jl. Sunda, Bilangan SMA 3 dan 5 Bandung, Jl. Merdeka, yang selanjutnya kami beristirahat di sekitar Car Free Day Dago. Membeli bubur ayam bukanlah pilihan yang salah, karena dapat mengobati rasa lapar dan dahaga kami, hehe.

Setelah energi kami kembali, ngobrol ngalor ngidul sebentar, kemudian kami meneruskan perjalanan. Tak lama setelah meninggalkan area CFD Dago, kami bertemu tanjakan panjang hingga terminal Dago. Dan perjalanan pun kami akhiri karena alasan yang telah disebutkan di atas, wkwk.

Setelah itu, kami langsung balik kanan dan meluncur hingga area CFD yang sudah selesai, ditandai dengan sudah banyak mobil yang melewati area itu.

Kami mengambil jalan pulang melewati Jl. Lembong, sekitar Naripan, hingga Lengkong Besar, Jl. Cikawao diteruskan hingga daerah Palasari. Di sini kami berpisah dengan Kak Probo yang akan kembali ke daerah Kopo. Kami memutuskan untuk berhenti sejenak menikmati es kelapa muda. Uniknya, ada kelapa yang serabutnya berwarna pink, baru kali ini saya melihatnya.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan pulang melewati Jl. Pelajar Pejuang 45, Buah Batu, hingga kembali ke Sukapura lagi. Sebuah perjalanan singkat yang bisa mewarnai hari minggu pagi disela-sela kesibukan sehari-hari. Semoga suatu saat nanti bisa bersepeda lagi atau istilah kerennya gowes bareng, hehe. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada bapak/mas yang bersedia meminjamkan sepedanya kepada kami, ya maklum, karena ga punya sepeda sendiri :D.

51 readers

Related

Indonesia Travel BandungCar Free DayDagoDayeuhkolotSepedaTravelling

Post navigation

Previous post
Next post

Comments (2)

  1. Asop says:
    June 19, 2012 at 9:31 pm

    Wah, kalo udah agak siangan dikit, sepedaan di Bandung sini saya gak kuat. Entah kenapa asap mobil terasa banget…. 🙁
    Tapi emang kalo sepedanya pagi2, itu sempurna. :mrgreen:

    Reply
    1. Arif Setiawan says:
      June 20, 2012 at 8:39 am

      iya, klo siang udah rame mobil beserta asapnya

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • Mie Ayam Plombokan Magelang
  • reFRESHing with mbah MINTo
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Pantai Pandawa Bali
  • Tam Cốc, Ninh Bình, Vietnam
  • Green Canyon Pangandaran
  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan Traffic
  • Tilu Bumi Nature Camp Pangalengan Bandung
  • Road Trip Magelang -  Situbondo via Tol Trans Jawa

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...