Lembar Kejawen

“Seeerr… Sreeekkk.. Sreekkk.. Dek.. Dek..Dek…” mungkin seperti itu bunyi sepeda jengki yang kunaiki jika diilustrasikan dalam sebuah kata.
Siang itu aku bergegas pulang ke rumah dari sekolah. Kebetulan hari ini tidak ada kegiatan ekstra. Selain itu, ada satu hal yang sangat memotivasi untuk pulang cepat. Hari ini adalah sehari setelah majalah klangenan yang tiap bulan terbit dan bapak selalu membelinya.
Majalah Jayabaya. Majalah ini isinya bahasa jawa semua. Selain berita, cerita inspiratif dan dongeng jawa, satu rubrik favoritku adalah bagian komik yang menceritakan tokoh burung berkepala naga. Seperti lambang majalah ini.
Sampai di rumah langsung menuju ruang tamu dan kubuka lemari kaca. Dan benar, edisi bulan ini sudah bertengger di sana bersama kawannya.
Setelah puas memberantas isinya, pandangan kualihkan ke buku yang ada di lemari bagian lain. Buku cerita Mahabarata yang belum kuselesaikan. Terakhir masih sampai bab Patih Sengkuni.
“Le.. le.. bantu simbah ngingkiri jagung iki lho.. wis mulai udan.” teriak nenekku.
Seketika semua kegiatan kuhentikan dan bergegas keluar rumah.
#100kata8 #Day5
@ariffsetiawan

๏ 44 readers

Leave a Reply