Tirulah Rumput

“Hak e.. hak e.. hok ya.. hok ya.. tak dlang .. tak dlang… tak de tung det.. ” Suara rampak antara kendhang dan pengrawit saling bersahutan.
Malam itu kami menjalani latihan lagi sebelum pertunjukan. Sudah hampir tiga jam lamanya sejak dimulai. Tepat setelah kami jalan-jalan sore di Kraton dan membersihkan diri.
Latihan yang bertajuk `pematangan` itu memang terlihat sedikit ekstra dari biasanya, maklum karena sudah diibaratkan seperti pertunjukan sebenarnya.
Di akhir sesi latihan, ada satu pesan dari pengampu kami yang aku ingat betul hingga sekarang. Pesan itu ditujukan bagi pengrawit dan penari dolalak.
“Kalian harus jadi seperti rumput nak. Walaupun aslinya berbeda-beda wujudnya, tetapi selalu terlihat selaras jika dari jauh. Hijau.” Ujarnya.
#100kata8 #Day7
@ariffsetiawan

๏ 49 readers

Leave a Reply