Pendakian Gunung Papandayan 2665 MDPL

Pernahkah kamu dalam suatu perjalanan, bertemu dengan orang-orang baru, belum pernah kenal sebelumnya meskipun satu almamater, tapi langsung bisa lumayan ‘klop’ sebagai satu tim? Dan berlanjut komunikasinya sampai sekarang.
Hal semacam itu ternyata saya alami waktu ngetrip ke Gunung Papandayan di akhir bulan Agustus lalu. Perjalanan buat memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Aihsedap. Masalahnya di perjalanan-perjalanan sebelumnya ya setelah selesai yasudah. Ga ada bahas lagi hal-hal ga penting lainnya :)).
Penasaran? Yuk kenalan sama mereka.
Full Team : Saya, Lisa, Bintang, Aji, Fahmy, Muti, Jauhar

Aji

Mas yang satu ini adalah tipe Panglima Perang dalam tim. Punya banyak pengalaman dan tentunya skill yang ga usah diragukan lagi, dari mulai masalah konsumsi hingga tips-tips bertahan hidup di alam sana.

 

Bintang

Mas yang kedua ini adalah tipe Mr. Capable. Bisa diandalkan buat bawa 2 tenda + air + nasting beserta berasnya pake carrier 60L. Laki banget ga tuh? :’D

 

Fahmy

Mas yang ketiga ini adalah tipe mas-mas yang dirindukan kehadirannya baik sebelum perjalanan maupun setelahnya. Selalu ditanyakan kondisinya. Ko’ bisa sih kak? Yo jelas. Apalagi kalau bukan mas-mas spesialis dokumentasi, heheu.

 

Lisa

Mbak yang satu ini seharusnya jadi tipe ibu negara. Masalah obat-obatan, kebersihan, ngatur duit, negosiasi, komunikasi sih oke. Cuma masalah dapur aja yang sedikit bermasalah ternyata, hahaha.

 

Muti

Mbak yang kedua ini tipe tuan putri kali ya. Makhluk yang harus dilindungi dan dijaga keberadaannya. Bayangkan saja, pas nemu sinyal aja langsung ada yg nelpon rauwisuwis. Anggota yg lain? Liat hp pun tidak. Ngirit batre lah, buat foto-foto lah :))

 

Jauhar

Mbak yang ketiga ini tipe yang deket sama tuan putri dan gampang banget buat dibully, huahaha. Mungkin bisa dibilang ekspresinya paling mesakke waktu tanjakan pertama. Setelah itu? Masih mesakke juga si. Tapi akhirnya jadi paling semangat kalau diajak jalan-jalan.

 

Saya? Bagian ngisi partai hiburan. Kalau lagi sepi dibikin rame, kalau lagi rame ya dibikin tambah rame.
Seperti itulah kira-kira profil tim Papandayan kemarin menurut saya. Ada yang protes? heheu
Oh iya, next trip tim ini bakal ke Gunung Gede Pangrango buat merayakan Hari Pahlawan lho.

Dokumentasi Perjalanan

Persiapan Sarapan

 

Kegiatan Menghabiskan Malam

 

Dekil!

 

Dirgahayu Indonesiaku.

 

Tanjakan Mamang

 

Asap Belerang

 

Sunrise?

 

Edelweiss

 

Persiapan Turun Gunung

Catatan Perjalanan

  • Jakarta – Bandung – Garut – Cisurupan : sewa mobil
  • Cisurupan – Pos Pendakian : mobil pickup
  • Pos Pendakian – Pondok Salada : jalan (~2 jam)
  • Nyusun tempat camp
  • Pondok Salada – Tegal Alun : jalan (~1 jam)
  • Turun ke Pondok Salada lagi, menghabiskan waktu di sekitar tenda hingga pagi hari :))
  • Turun gunung hingga pos pendakian : jalan (~1,5 jam)
  • Pos Pendakian – Cisurupan : mobil pickup
  • Cisurupan – Garut : angkot
  • Garut – Bandung – Jakarta : bis
Mungkin seperti itu dulu liputan `telat` perjalanan ke Gunung Papandayan pasca lebaran kemarin. Thanks for reading.
@ariffsetiawan

๏ 157 readers

Leave a Reply