Penumpang Busway

Cerita ini saya alami ketika akhir bulan kemarin ada di Jakarta. Saya naik busway dua kali dari halte GBK ke Semanggi, kemudian dari Semanggi barulah menunggu busway lagi untuk tujuan akhir Pinang Ranti.

Posisi habis acara Jumat sore menjelang weekend. Dan benar, like hell! Buanyak banget orang yang mau naik busway ini. Jam pulang kerja ditambah weekend.

Di halte Semanggi mungkin sudah lewat 5-6 busway yang penuh semua, dan mungkin barulah busway ke 10 saya bisa masuk. Itu pun dempet-dempetan di deket pintu.

Dan terjadilah kejadian ini. Selang beberapa halte busway terdapat beberapa penumpang yang hendak turun dan beberapa yang mau naik.

Anjing Lu!

Tiba-tiba terdengar teriakan seorang bapak-bapak yang naik busway sambil beradu pandang dengan seorang pemuda yang turun dari busway.

Seketika suasana di sekitar mereka menjadi hening. Termasuk saya yang berjarak beberapa kepala di samping bapak-bapak itu. Sambil dalam hati saya membaca istighfar.

Beginilah Jakarta. Gumam saya dalam hati. Ada gesekan sedikit saja bisa menyulut hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Dan perjalanan sore itu saya akhiri dengan sampai di Pinang Ranti lebih dari jam 8 malam. Dan barulah sampai di tujuan jam 9.

Sepertinya memang ide untuk duduk sebentar di Plaza Semanggi seharusnya dijalankan.

@ariffsetiawan

๏ 49 readers

Leave a Reply