Saya adalah salah satu orang yang cukup aware dengan masalah typo. Sering juga mengingatkan kita akan masalah literasi, yang mana hal typo ini bisa menjadi salah satu hal yang diperhitungkan untuk mengukur kualitas literasi seseorang atau sekelompok orang.

Saya juga jadi membahas topik ini gara-gara sekitar dua hari jauh dari internet saya jadi ketinggalan (dan baru tau) ada heboh-heboh di Kaskus. Soal dokumen permohonan capres no 1 Prabowo-Hatta.

Hebohnya kenapa?

Ya karena isi dokumen permohonan yang diunggah di situs Mahkamah Konstitusi sedikit mencengangkan, jika diamati. Karena banyak ditemukan adanya kesalahan penulisan dan atau bahkan sampai kesalahan penjumlahan presentasi akhir perhitungan suara.

Jadi aja timses pasangan ini jadi bahan bully-bully oleh para pengguna Kaskus, sampai ga tega nerusin baca komennya, haha.

Tapi ya emang agak keterlaluan juga si menurut saya, ya walaupun konon katanya itu bukanlah hal yang substansial, tetapi untuk kelas dokumen resmi yang berkaitan hukum ya masa penulisan dan formatnya aja salah-salah, apalagi buat `dokumen protes`. Lha ini dokumennya aja banyak diprotes sebelum dimengerti isinya, terlihat jelas pula.

Perasaan mahasiswa yang ngerjain laporan skripsi walaupun sama-sama mepet ngerjainnya juga ga gitu-gitu amat.

Ternyata typo itu bisa lumayan parah juga ya akibatnya? heheu.

Mari mengurangi typo yuk! :))

*kalau masih penasaran bisa terusin baca di trit Kaskusnya ya :p

@ariffsetiawan

Sumber Gambar : writecheck.com


→ 146 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *