Sesungguhnya adalah sesuatu yang pasti, ya nggak?
Iya.
Tapi siapa yang mau jika ditanya mau kapan orang tua mereka diambil oleh-Nya?
Sayangnya saya sudah pernah mengalami salah satunya sekitar 10 tahun yang lalu. Ibuk saya meninggal karena sakit penyumbatan pembuluh darah otak. Karena di desa mungkin kurang bisa ditangani dengan canggih, dan waktu itu saya masih ga tau apa-apa soal penyakit seperti ini. Pernah saya ceritakan di sini.
Setengah tahun terakhir ini beberapa orang yang bisa dikatakan cukup dekat dengan saya juga mengalami hal yang sama. Mulai dari Mbak Risna yang Bapaknya meninggal di bulan September 2014 lalu, Mas Yogiek yang Ibunya meninggal sekitar dua minggu yang lalu dan terakhir Kak Gema yang Bapaknya meninggal dua hari setelah Ibu Mas Yogiek (kebetulan saya dateng ke pemakamannya karena di Bandung).
Otomatis saya mah keingetan dan terkadang masih berandai-andai kalau saja ibuk masih ada. Tapi ya gimana, life must go on kan ya? Dengan atau tanpa orang tua kita (ini prosesnya lama banget bagi saya buat realize yang kayak gini). Mungkin kalo algoritma ini permasalahan yang kompleksitasnya paling tinggi.
Sekarang yang bisa dilakukan ya apalagi kalau bukan selalu mendoakan agar orang tua kita diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan selalu berbakti pada orang tua kita yang masih ada.Tiada cara lain yang lebih baik lagi, begitu bukan teman?

@ariffsetiawan

๏ 71 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *