Museum Ullen Sentalu

Awal tahun 2015 ini saya dan teman-teman kuliah sempet buat wisata budaya ke Museum Ullen Sentalu, setelah menghadiri acara nikahannya temen kuliah di Klaten.

 

Museum Ullen Sentalu lokasinya di daerah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Jika dari Jogja kota, ikuti aja Jalan Kaliurang ke arah atas hingga ketemu petunjuk jalan ke museum ini. Searah sama Museum Gunung Merapi.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.
Isi dari museum ini adalah budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta), tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya, serta dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya.
Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Keadaan museum mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan, ditambah dengan udara sejuk karena lokasinya sudah termasuk di dataran tinggi di kaki Gunung Merapi.

Tiket masuk ke museum ini adalah Rp 30.000. Sudah dapet penjelasan dari mbak-mbak guide yang ramah dan minuman spesial yaitu Ratu Mas. Minuman dengan resep rahasia dari 7 bahan alami ini dipercaya bisa memberi kesehatan dan awet muda.
Minuman Ratu Mas
Sangat recommendedlah buat yang suka sejarah dan wisata budaya, serta bisa digunakan buat alternatif wisata bagi yang sudah bosan sama Kraton atau Benteng Vredeburg ketika berkunjung ke Jogja, hehe.
Oiya, perlu diketahui bahwa di museum ini dilarang mengambil gambar demi kepentingan didirikannya museum, kecuali di pintu masuk dan pintu keluar. Gambar pertama dan terakhir adalah gambar yang diambil di dekat pintu keluar. Gambar museum diambil dari Google.
“Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. – Pramoedya Ananta Toer
@ariffsetiawan

๏ 177 readers

Leave a Reply