Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Perjalanan Singapura dan Malaysia Part 2

Arif Setiawan, April 17, 2015March 12, 2018

Lanjutan dari kisah sebelumnya. Jadi setelah kami sampai di hotel, bagaimana caranya kami bisa numpang?

Di hotel itu untuk bisa naik lift dan masuk ke kamar harus pake kartu dengan kapasitas maksimal kamar 2 orang. Karena kami posisi bertiga maka kami masuk berdua dulu, satu nunggu di bawah. Setelah masuk kamar baru satu lagi jemput ke bawah buat berdua naik lift.

Dan ini diulangi juga ketika dua orang terakhir sampai hotel. Dan akhirnya satu kamar dipake buat berlima.
Langsung ngrampok air anget pula.
Astaghfirullah, penjahat banget ya? Maafkan kami, saat itu. hahaha.

Hari 2

Hari berikutnya jalan-jalan di Singapura berjalan normal seperti wisatawan-wisatawan normal lainnya.
Diawali dengan sarapan murtabak kemudian naik MRT dari Bugis ke Downtown, Esplanade kawasan Merlion, Marina Bay hingga Gardens by The Bay.
Sarapan Murtabak

 

Typical jalanan Singapore di pagi hari

 

Selfie dulu, jaman belum make monopod

 

Halo Downtown

 

Enjoy Singapore
Jorok-jorokan, haha

 

Halo Merlion

 

Aslinya crowded + panas banget di sini

 

Landmark buat majang olahragawan Singapore yg berprestasi

 

Menuju Marina Bay

 

 

Mallnya rapi dan ga crowded ya?

 

Tim Sumbing at Gardens by The Bay

 

 

 

Dirgahayu RI, kebetulan waktu itu pas 17 Agustus

Kawasan wisata di Singapura terutama di sekitar Merlion ini memang sudah didesain integrated yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan bisa langsung menuju Stasiun MRT di bawah tanah. Jadi wisatawan ga perlu bingung-bingung lagi, tinggal ikuti petunjuk dan persiapan stamina buat jalan kaki. Keren ya?

Sore harinya kami langsung menuju ke Melaka via Larkin (sepertinya ini terminal paling dekat dengan perbatasan Singapore – Malaysia) menggunakan Causeway Link, bus dengan jurusan Singapore – Malaysia. Bus kami berangkat dari kawasan Queen Street, tak lupa berpamitan dulu dengan Mas Saleh yang sudah mau ngasih “tumpangan”nya, thanks berat ya. Ini pertama kalinya juga saya naik bus yang harus turun dulu dan diperiksa paspornya di imigrasi.

Perbatasan Singapura – Malaysia

 

Capek mz? haha

 

Larkin Sentral

Ternyata Larkin Sentral itu mirip terminal bus di Jakarta pemirsa, bedanya cuma kualitas bisnya lebih bagus sama terminalnya lebih bersih. Ini pertama kalinya saya naik bus yang formasi kursinya 2-1, padahal bukan kelas eksekutif. Lagi-lagi pertama kali, ndeso tenan ya? Biarlah, haha.

Ini kapan Indonesia bisa kayak gini coba? pfft.

Penyebab hestek #tripMesra di instagram :))

 

Ambil RM buat jaga-jaga, haha

 

Menuju Melaka o/

Dari Larkin ke Melaka, kami menggunakan Causeway Link juga, perjalanan sekitar 3 jam.

Sampai di Melaka, kami mencoba untuk menuju ke Jonker Street dengan jalan kaki, yang ternyata ndak ketemu, akhirnya kami menyerah dan memutuskan untuk naik teksi. Dan ternyata emang masih jauh. Fyi, teksi di Malaysia konon katanya lebih malah jika menggunakan argo lho, aneh ya? haha.
Oiya, Jonker Street itu kayak Braganya Bandung, pas malam hari ada semacam culinary night juga, bedanya di sana makanannya belum tentu halal. Maka dari itu, untuk antisipasi kami cuma bisa jajan kentang goreng.
Landmark Jonker Street

 

Becak Malaysia

 

Jajan sik bos, muka udah kucel banget, wkwk

Sampai di kawasan Jonker Street, masalah belum berakhir. Kami belum punya tempat menginap. Memang rencana awalnya pengen go show si.

Setelah muter-muter nyari penginapan yang harganya pas di dompet dan ga ketemu-ketemu, padahal udah capek banget, akhirnya kami diantarkan sama salah satu pemilik penginapan ke hostel yang sekamar bisa berbanyakan, yang punya orang India.Tetep pake drama ya? haha.

Masih ada cerita selanjutnya, tunggu part 3 nya, heheu.

@ariffsetiawan

Related

Malaysia Singapore Travel BackpackerBugisJonker StreetLarkinMalaysiaMarina BayMelakaMerlionSingapore

Post navigation

Previous post
Next post

Comments (6)

  1. risna barkhiya tsaqib says:
    April 17, 2015 at 6:56 am

    fotonya whe kocak bangettt wakakakaka…

    Reply
    1. Arif Setiawan says:
      April 17, 2015 at 9:13 am

      yoi, hahaha

      Reply
  2. suga tangguh says:
    April 17, 2015 at 8:11 am

    sering keluar negri ya mas ,wuik asiknya..

    Reply
    1. Arif Setiawan says:
      April 17, 2015 at 9:34 am

      ga juga si, beberapa kali aja

      Reply
  3. Pingback: Perjalanan Singapura dan Malaysia Part 3 — Arif Setiawan
  4. kelilingdunia says:
    December 26, 2023 at 4:14 pm

    The tourist area in Singapore, especially around the Merlion, has been designed as an integrated one that can be reached on foot and can go directly to the underground MRT station. So tourists don’t need to be confused anymore. The most recommended tour, thank you for the information. Please visit our website for further information

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Toko Roti Mandarijn Orion Sejak 1932
  • Menjadi Pendaki yang Bertanggung Jawab
  • Pagi Hari di Bukit Moko
  • Kebun Durian Warso Farm Bogor
  • Enam Tempat Wisata Unik di Surabaya
  • Bip... Bip...
  • Bebek Bacem Seyegan Sleman Yogyakarta
  • Karnivor Cafe and Resto
  • Ikan Bakar Nadia Situbondo : Kuliner Laut dengan Cita Rasa Khas Pesisir
  • Pertimbangan Orang Tua dalam Memilih iPhone untuk Anak-anak

Recent Posts

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990April 25, 2026
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes