Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

High Quality Deadliner

Arif Setiawan, May 12, 2015March 11, 2018
Semester ini adalah semester kedua saya kuliah S2 di ITB. Nah, ada satu mata kuliah namanya Pengembangan Aplikasi Media Interaktif dimana di mata kuliah ini tidak ada yang namanya UTS sama UAS. Cuma ada satu project buat bikin produk, aplikasi secara individu alias ngoding dewe-dewe ga pandang bulu mau cewek atau cowok, haha.
Dan mata kuliah ini adalah mata kuliah yang pesertanya campuran antara S1 dan S2 (mungkin jadi mata kuliah pilihan buat S1 tapi wajib bagi S2).

Pilihannya adalah pake Myo Armband, Intel Galileo, Leap Motion atau Intel Real Sense. Device masa kini bangetlah pokoknya. Karena devicenya seperti itu, hampir semuanya bikin game, walaupun sebenernya boleh juga bikin aplikasi interaktif atau 3D yang non-game.
Oiya, selama saya kuliah di ITB juga saya amati di sini itu lumayan hype banget iklim game developmentnya, jadi mahasiswanya banyak yang jago (banget) pake Unity. Ga heran juga banyak yang bikin Game Studio setelah lulus dari sini.
Di awal perkuliahan dosennya (yang merupakan Co-Founder sebuah Game Studio juga) sempat menyinggung soal kebiasaan mahasiswa di ITB ini yang katanya merupakan high quality deadliner alias suka mengerjakan project di akhir-akhir.
Di pertengahan kuliah dosen masih sering mengingatkan agar projectnya dikerjakan sesuai jadwal, tapi ya namanya mahasiswa tau sendirilah gimana, haha.
Singkat cerita, tibalah minggu UAS dan sudah saatnya presentasi akhir dari project individu itu. Nah, ternyata emang beneran kejadian apa yang dikatakan dosen dahulu kala saat di awal pertemuan.
Ada beberapa mahasiswa yang tidak berhasil menyelesaikan project itu karena berbagai alasan, dan mereka ngaku salah satunya karena deadliner.
Yang bikin saya takjub adalah ada satu mahasiswa S1 yang deadliner juga, seminggu sebelum UAS belum bisa beres project yang sesuai proposalnya dan memutuskan untuk ganti bikin project baru. Awalnya dia menggunakan Leap Motion dan ganti ke Myo Armband buat bikin game Kamehameha (battle menggunakan 2 Myo yang dipake oleh 2 orang, pake deteksi value tegangan otot tangan kita buat menentukan tenaga kamehamenya) dan gamenya itu bisa jalan dikerjakan selama 4 hari, walaupun masih satu gameplay sederhana semacam prototype. Tapi itu udah bisa jadi salah satu game yang fun dan paling heboh dibandingkan yang lainnya.
Harus saya akui deh mahasiswa-mahasiswa S1 di ITB ini emang luar biasa, maap saya ndak kuat saingan sama makhluk-makhluk yang begitu, haha.
Mantep ya? Saya rasa di kampus-kampus Informatika lain di Indonesia masih sedikit banget yang iklim game developmentnya gede kayak di sini.
Semoga kampus lain juga ketularan ya.
Nanti kalau ada cerita menarik lagi dari kampus ini juga bakal saya share lagi. Thanks for reading.
@ariffsetiawan

213 readers

Related

Random CollegeGame DevelopmentITBMahasiswaMyo Armband

Post navigation

Previous post
Next post

Comment

  1. Pingback: Hands On Myo Armband — Arif Setiawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • Mie Ayam Plombokan Magelang
  • reFRESHing with mbah MINTo
  • Tam Cốc, Ninh Bình, Vietnam
  • Green Canyon Pangandaran
  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan Traffic
  • Tilu Bumi Nature Camp Pangalengan Bandung
  • Road Trip Magelang -  Situbondo via Tol Trans Jawa
  • Rectoverso
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...