Antara Blitar dan Surabaya

Sekarang ini lagi lumayan heboh pada ngomongin antara Blitar dan Surabaya, soal kota kelahirannya Bung Karno, proklamator kita. Hal ini dipicu oleh pidatonya Pak Jokowi yang menyebutkan bahwa Blitar adalah kota kelahiran Bung Karno.

Padahal antara Blitar dan Surabaya yang bener kan ada Malang #eh. *krik*.

“Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, bapak bangsa kita, penggali Pancasila, Bung Karno, hati saya selalu bergetar…”

Begitulah cuplikan pidato Presiden pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Blitar, Jawa Timur tanggal 1 Juni 2015 lalu.

Dengan adanya kejadian itu jadi banyak sejarawan dadakan (di media sosial), haha. Sebagian memberikan penjelasan yang bagus dan sebagian besar menyalahkan serta menghujat.

Bung Karno sejatinya memang lahir di Gang Pandean IV Nomor 40, Peneleh, Surabaya. Bukan di Blitar seperti yang disebutkan oleh Pak Jokowi.

Lha trus ko’ bisa dimakamkan di Blitar?

Konon katanya karena beliau sangat mencintai ibunya, maka oleh Presiden Soeharto beliau dimakamkan di dekat makam ibunya di Blitar. Meskipun hal itu sempat ditentang oleh anggota keluarganya.

Saya ndak mau ikut-ikutan berpendapat, soalnya saya sendiri juga selama ini hingga ada kejadian ini juga ternyata masih salah paham. Saya kira beliau juga lahir di Blitar, toh sudah menjadi budaya orang Jawa seseorang dimakamkan sesuai dengan tempat kelahirannya kan?

Banyak juga kan dari kita yang mengira beliau lahir di Blitar? Bukan di Surabaya.

Ayo jujur, ngaku aja deh ga usah malu-malu.

Bukannya banyak buku pelajaran yang menulis begitu juga ya? Atau coba tanya guru-guru sejarah kita pas sekolah dulu. Apa jawabannya?

Makanya ya harap dimaklumi saja kalau banyak yang salah paham juga. Ndak usah terlalu dipanjang-panjangkan urusannya.

Jadi yang harus disalahkan siapa? Lha yo mbuh, haha.

Sumber Gambar : Mira Afianti

๏ 107 readers

Leave a Reply