Hijack Developer

Dunia startup di Indonesia beberapa tahun terakhir memang lagi lumayan berkibar, ada beberapa kisah sukses dan ga sedikit juga kisah gagal dari startup lokal Indonesia.

Nah, satu istilah yang saya sering dengar akhir-akhir ini adalah Hijack Developer. Yang mana itu adalah suatu kejadian dimana suatu startup membajak developer dari startup lain, atau korporasi (yang tentunya sudah “dicuci otaknya”). Karena memang konon katanya agak susah buat menemukan developer yang bener-bener cocok buat kerja di suatu startup.

Ko’ bisa?

Ya bisa banget. Setiap startup kan ga hanya terdiri dari CXOnya saja. Banyak entitas yang terlibat di sana, termasuk developer.

Kejadian hijack developer ini biasanya dikarenakan beberapa hal, seperti developernya memang berkualitas sehingga bisa mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji sebelumnya, atau si developer sudah mulai bosan dan menginginkan tantangan baru di tempat lain, dan masih banyak lagi hal lain yang bisa menjadi penyebabnya.

Hal seperti ini bagi saya bisa dianalogikan seperti dalam dunia sepakbola. Dimana developer bertindak sebagai pemain sepakbola, founder startup sebagai manager, investor sebagai pemilik klub sepakbola, sedangkan konsumen adalah penontonnya.

Sebagai pemain tentunya wajar jika melakukan yang namanya pindah klub kan? Dengan alasan yang macem-macem kan?

Mungkin sederhananya seperti itu, hehe.

Ada yang punya pendapat lain?

๏ 268 readers

Leave a Reply