Bocah Penjual Tissue

Beberapa hari yang lalu saya sedang makan sate bareng temen-temen Limakilo di sekitar Jalan Sabang, Jakarta. Kami memilih salah satu warung sate yang cukup besar dan ramai secara random, ndak perlu cari info dulu mana sate di Sabang yang autentik atau recommended, haha.

Beberapa saat kemudian saat kami sedang menunggu pesanan, datanglah seorang bocah kecil dari arah pinggir jalan sambil membawa beberapa bungkus tissue. Kala itu yang paling dekat dengan jalan adalah Lisa. Jadi dia menawarkan tissue itu kepada Lisa. 

Akhirnya pesanan sate datang.

Lisa tidak membeli tissue-nya tapi menawarkan beberapa tusuk sate kepada bocah itu. Sambil sedikit ngajak ngobrol.

Dengan gelagat tengak-tengok seperti takut diawasi akhirnya dia mau ngambil beberapa tusuk sate, kemudian dia kembali lagi.

Ternyata bocah ini bareng orang tuanya dan disuruh buat jualan tissue. Semalem harus laku 10 bungkus, kalau enggak katanya dipukulin sama ayahnya. Padahal besoknya harus sekolah juga.

Saya coba tengak-tengok, ibunya jualan minuman di gerobak. Entah dimana ayahnya.

Beberapa saat kemudian datanglah anak yang lebih kecil sambil lari-lari. Ternyata itu adiknya. Untung ga dijadikan bahan buat jualan juga.

bocah penjual tissue dan adiknya.
bocah penjual tissue dan adiknya.

Gitu banget ya Jakarta?

Anak kecil yang seharusnya cuma punya tugas buat sekolah sudah dilibatkan ke dalam pekerjaan orang tuanya. Pake kekerasan lagi, tsk.

Yang saya amati si hal seperti ini bakal ngaruh sama kondisi mental anaknya. Ya ga si? Kasihan.

Semoga para orang tua bisa lebih bijak lagi dalam memperlakukan anak-anaknya ya.

๏ 138 readers

Leave a Reply