Berkunjung ke Pantai Sawarna

Perjalanan ini mungkin hampir persis setahun yang lalu bareng temen-temen yang kuliah S2 Informatika di ITB. Perjalanan dalam rangka selebrasi sehabis UAS.

Kami memulai perjalanan dari Kampus ITB malam hari setelah UAS terakhir banget menggunakan elf menuju provinsi Banten. Sampai di sana sekitar subuh.

Siap Piknik!
Siap Piknik!

Pagi hari kami langsung mencari penginapan yang sudah dipesan sebelumnya di dekat pantai. Di Sawarna ini emang sudah lumayan karena area penginapan sekitar pantai sudah terkelola dengan baik, seperti desa wisata.

Pantai Ciantir

Tanpa pikir panjang, kami langsung menuju ke tujuan pertama, yaitu Pantai Ciantir. Pantainya luas dan sepi, cocok banget buat chill abis ngerjain ujian, hahaha.

Pantai ini merupakan andalan dari Sawarna, pantai berpasir putih dengan ombak yg menawan serta deretan pohon kelapa. Pantai nya bersih dengan garis pantai yang panjang.

abaikan yang paling depan! :))
abaikan yang paling depan! :))
Pantai Ciantir yang sepi, kayak suasana hati masnya, wkwk
Pantai Ciantir yang sepi, kayak suasana hati masnya, wkwk
HALO... KANG EMIL?? :))
HALO… KANG EMIL?? :))

Goa Lalay

Setelah Pantai Ciantir, tujuan berikutnya adalah Goa Lalay, bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar setengah jam, sambil melewati persawahan hijau nan indah.

here we go!
here we go!
Jembatan gantung menuju Goa Lalay
Jembatan gantung menuju Goa Lalay
sebelum masuk goa
sebelum masuk goa
Kak, selfie dulu kak.
Kak, selfie dulu kak.

Pantai Tanjung Layar

Sore harinya kami menuju ke tujuan ketiga yaitu Pantai Tanjung Layar yang terletak sekitar 1 km dari Pantai Ciantir. Dapat ditempuh dengan jalan kaki juga. Yang paling khas dari pantai ini adalah adanya 2 buah batu tinggi yg wujud nya menyerupai layar. Di depan nya terdapat karang panjang semacam tembok sebagai pemecah ombak.

Menuju Pantai Tanjung Layar
Menuju Pantai Tanjung Layar
Hello, Tanjung Layar
Hello, Tanjung Layar

Salah satu hal yang ndak boleh dilewatkan di sini adalah ketika sunset, karena bagus banget, heheu.

#sunset #Sawarna #Banten #travel #NuhunSawarna

A photo posted by Arif Setiawan (@ariffsetiawan) on

Begitulah piknik hari pertama berlalu. Seperti biasa malam harinya ada bakar-bakar dan ngobrol ngalor ngidul ala mahasiswa yang beres ujian, ga pake mikirin nilai, hahaha.

Pantai Karang Bereum

Pagi di hari berikutnya kami menuju ke Pantai Karang Bereum untuk melihat sunrise. Dan emang ga kalah memukau seperti sunset di Tanjung Layar.

Selamat Pagi dari Karang Beureum, Sawarna #sunrise #Sawarna #Banten #travel #NuhunSawarna

A photo posted by Arif Setiawan (@ariffsetiawan) on

Sunrise Hunter
Sunrise Hunter

Pantai Karang Taraje

Dari Karang Bereum setelah sunrise, kami menuju Pantai Karang Taraje yang berada di sebelah timur Pantai karang Bereum dan Lagoon Pari.

Pantai ini merupakan pantai dengan pinggiran batu-batu karang. Saat ombak menerpa batu, beberapa tempat terlihat seperti air terjun kecil yang memesona pandangan. Tak hanya itu, ombak yang pecah di antara bebatuan menghasilkan harmonisasi suara yang terdengar indah di telinga. Perasaan rileks pun dapat langsung menjalar ke tubuh.

Ngeri ga tuh? wkwk. Itu cuma copas dari blog ini si, haha.

Ketika ombak menerpa batu, ceunah.
Ketika ombak menerpa batu, ceunah.
Hello Karang Taraje.
Hello Karang Taraje.

Oiya, Karang Taraje ini konon katanya merupakan mini Niagaranya Indonesia.

Setelah kembali ke penginapan dari Karang Taraje berarti berakhir sudah piknik singkat kami di Sawarna. Kami berkemas kemudian kembali ke Bandung menggunakan elf.

Mungkin itu sedikit cerita singkat di Sawarna. Pardon for all the selfie photos :)).

#NuhunSawarna.

๏ 125 readers

Leave a Reply