Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menyaksikan aksi dari seorang jambret di kawasan Tebet, yang saat ini menjadi salah satu domisili saya.

Sore itu di bulan ramadhan tahun ini, tim Limakilo dan anak-anak internship lagi mau buka bareng ceritanya. Nah, karena persiapannya emang kurang proper jadinya instan pesen di warung sea food dan belanja di minimarket terdekat yang ada di Jalan Tebet Timur Dalam Raya.

Setelah beres belanja keperluan untuk buka bersama kami bertiga (Saya, Whe dan Icha) baliknya ga lewat jalan yang sama, pengennya si sambil jalan-jalan sama cari tambahan buat takjil. Kami jalan bertiga dengan posisi Saya di depan sambil bawa belanjaan, Whe dan Icha di belakang berdua sambil bawa belanjaan juga. Bedanya Icha bawa hp sambil talinya diiket di tangan.

Nah, tiba-tiba ada mas-mas mengendarai motor Mio biru dan pake baju putih waktu itu, bertindak seperti stang motornya nyangkut di tas belanjaan Icha. Lumayan pelan. Saya dan Whe baru nyadar setelah plastik berisi telur dijatuhkan oleh mas-mas tadi. Kami langsung bertanya ke Icha.

Kenapa Cha?

Ternyata setelah kami cek-cek lagi, ternyata itulah aksi seorang jambret. Tujuannya mungkin mau ngambil HP milik Icha. Untungnya talinya diiket di tangan, jadinya yang keambil cuma tas kresek berisi telur, yang kemudian dibuang sama masnya tadi.

Kami agak sedikit shock dengan kejadian itu si. Segitunya ya di sini? Padahal itu pas lagi bulan Ramadhan, sore-sore di jalan yang lumayan sepi kendaraan tapi banyak orang jualan juga di pinggir-pinggir jalannya.

Setelah kejadian itu kami langsung bergegas kembali ke kontrakan. Dan baru ngeh juga jika di beberapa jalan di Tebet sudah dipasang tulisan hati-hati terhadap jambret, copet, hipnotis, dsb.

Hati-hati ya semua, tetep waspada. Jakarta memang luar biasa!

๏ 161 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *