Salah satu keuntungan mempunyai teman yang tinggal di daerah wisata adalah kita bisa menemukan dan merasakan hal-hal anti mainstream yang tidak atau belum dibagikan di dunia media sosial sana.

Contohnya ketika tahun lalu kami ke Ubud dan kebetulan ada temen Mira yang kerja di sana, kami bisa menikmati beberapa makanan “indie” di sana. Yang pastinya bukan resto terkenal, tapi makanan pinggir jalan atau pinggir kota yang rasanya uenak tenan.

Salah satunya bernama Warung Men Juwel ini. Warung yang berlokasi di Desa Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar ini menjual nasi campur Bali yang uenak dan murah. Dan konon katanya sudah ada sejak tahun 1980. Wah wah wah!!

Warung Men Juwel yang sederhana
Warung Men Juwel yang sederhana

Dan satu hal lagi yang menjadi ciri warung yang sudah melegenda adalah pilihan menunya yang sedikit. Cuma ada 2 atau 3 pilihan set menu kalau ga salah.

Nasi Campur Bali ala Men Juwel
Nasi Campur Bali ala Men Juwel

Kondisi warungnya pun sederhana, teduh dengan pepohonan ditambah pinggir pematang sawah yang memberikan kedamaian. Namaste banget! heheu *sambil bayangin ada backsound gamelan Bali*

Saya, Riwe, Mira, Riezan
Saya, Riwe, Mira, Riezan

Untuk menuju ke sana gampang-gampang susah. Kami harus beberapa kali memilih alternatif di gmaps sambil menelusuri jalan pinggir sawah, kalau kata orang Jawa namanya mbulak.

Halaman depan WMJ
Halaman depan WMJ

Di sekitar warung juga terdapat Pura yang tidak begitu besar tapi bagus, kebetulan saat itu sedang dibangun juga. Orang Bali emang niat banget ya perihal tempat ibadah dengan segala unsur seninya. Salut!

Pura di sekitar WMJ
Pura di sekitar WMJ

Jika sedang liburan ke Ubud, coba sempatkan untuk mencari dan mampir ke Warung Men Juwel ini deh, ga tanggung jawab saya tapi kalau jadi ketagihan, haha.

๏ 128 readers

2 Replies to “Warung Men Juwel Ubud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *