Menggunakan Git : Memulai Sebuah Project

Setelah mengerti apa itu Git, pertanyaan selanjutnya pasti adalah bagaimana cara kita memulai sebuah project yang langsung terintegrasi dengan sistem Git ini?

Git Snapshots
Git Snapshots

Sekali lagi, git merupakan sistem yang menyimpan snapshots dari perubahan file dari waktu ke waktu.

Ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum kita memulai sebuah project dengan git, seperti instalasi Git, konfigurasi, perintah dasar dan repositorynya.

Instalasi Git

Ada banyak cara menginstall git. Dan ada berbeda versi untuk masing-masing platform. Misal jika kita menggunakan Linux maka dapat menggunakan perintah :

yum install git-core

atau

apt-get install git

Tinggal disesuaikan dengan distro yang digunakan.

Untuk platform Mac, biasanya sudah ada bawaan instalasi git jika sudah install Xcode. Untuk mengetahui versi dari git yang sudah ada menggunakan perintah :

git --version

Selain itu juga ada Git for Mac installer, jika ingin re-install atau upgrade dalam bentuk GUI, atau menggunakan Homebrew atau Macports, dlsb,

Iya, emang banyak caranya tinggal pilih aja.

Konfigurasi Git

Setelah berhasil install, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi git di komputer kita. Untuk melakukan cek konfigurasi git dapat menggunakan perintah :

git config --list

Pengaturan dasar pertama dan utama dari sebuah git adalah username dan email. Karena informasi inilah yang akan dipakai sebagai penanda di setiap commit. Untuk mengaturnya dapat menggunakan perintah :

git config --global user.name "John Doe"

git config --global user.email johndoe@example.com

Perintah Dasar

Perintah dasar dari Git yang paling sering digunakan dan wajib dikuasai antara lain : git init, git status, git add, git commit, git pull / push, git checkout, git diff, git merge, git remote dan git reset.

Dan jika membutuhkan pertolongan bisa meggunakan git help, git --help, man git.

Git Repository dan Remote Repository

Nah, jika Git merupakan sistemnya maka apa itu Git repository?

Git repository menyimpan semua informasi tentang perubahan file yang kita lakukan. Berbentuk subdirektori .git.

Pernah dengar Github atau Bitbucket?

Dua istilah itu merupakan remote repository. Platform berbasis cloud yang menyediakan media penyimpanan untuk git yang kita gunakan.

Memulai Sebuah Project

Git Staging
Git Staging

Lalu bagaimana kita memulai sebuah project dengan sistem git dan segala fasilitasnya ini?

Ada 2 jenis : dengan mengawali sendiri atau kloning dari sistem yang sudah disimpan di cloud.

Mengawali Sendiri

Melalui terminal, masuk ke folder, ketik git init. Akan ada subdirektori baru .git, yang merupakan repository dari sistem git folder terkait.

Ketik perintah-perintah berikut :

git add .

git add README

git commit –m 'initial commit'

Perintah-perintah itu berfungsi untuk menambahkan file-file ke sistem repository git, menambahkan file readme dan menyimpan perubahan awal. Pesan pada git commit harus dibuat dengan singkat, jelas dan merepresentasikan perubahan pada file.

Kloning

Untuk melakukan kloning dapat menggunakan perintah git clone [url].

Contoh :

git clone git://github.com/git-name/repo.git

***

Mungkin itu sedikit penjelasan mengenai sebuah project dengan git. Sampai jumpa di pembahasan selanjutnya ya 😉

๏ 124 readers

2 thoughts on “Menggunakan Git : Memulai Sebuah Project”

Leave a Reply