Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali

Untuk menutup perjalanan seminggu di Bali, kami memutuskan untuk menikmati kuliner Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali. Lokasinya di daerah Kuta, tepatnya di Jalan Raya Tuban yang sudah dekat dan searah dengan tempat belanja oleh-oleh serta bandara internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kuliner ini mungkin memang sudah tidak asing lagi, karena cabangnya pun sudah banyak di luar Bali sekalipun. Tapi masih penasaran gimana rasa ayam betutu yang memang dimasak di Bali.

Ayam Betutu Khas Gilimanuk di daerah Kuta

Sesuai dengan namanya, asal muasalnya dari daerah Gilimanuk yang berada di kawasan Bali Barat. Di Gilimanuk pula terdapat pelabuhan yang digunakan sebagai penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa.

Perihal sejarahnya sendiri, ayam betutu dulunya merupakan makanan yang dihidangkan untuk acara keagamaan saja, tetapi lambat laun sudah banyak dibuat untuk dijual. Secara tradisional, biasanya daging ayam atau bebek yang diisi bumbu, dibungkus dengan daun pisang, kemudian ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam hingga matang. Sekarang ya tentunya cara masaknya sudah dimodifikasi. Apalagi di daerah perkotaan.

Arti dari Betutu adalah daging ayam atau bebek yang masih utuh, dan sudah diambil tulangnya, diisi bumbu dan dimasak. Cara memasaknya bisa diungkep, dipanggang atau direbus.

Satu set hidangan ayam betutu + @enjelsalsabila

Satu set hidangan ayam betutu biasanya disandingkan dengan plecing kangkung, kacang, nasi hangat dan es teh manis. Kita bisa memilih apakah untuk porsi satu, setengah atau seperempat ekor. Dengan rasa yang pastinya pedas dan pekat. Sudah bukan rahasia lagi jika makanan khas Bali memang kaya sekali dengan bumbu. Harganya pun tidak terlalu mahal. Mantap surantap!

Selamat makan!

Dan menikmati ayam betutu biasanya sambil berkeringat karena pedasnya luar biasa (bagi yang ga doyan pedas harap berhati-hati) dikombinasikan dengan cuaca siang hari yang lumayan panas juga, hahaha.

Kepedesen mbak?
Kepedesen mbak?

Pokoknya wajib bangetlah buat makan ayam betutu jika ke Bali, selain nasi campur (ayam atau babi, wkwk). Apalagi yang belum pernah nyoba. Saya juga masih mau kalau buat ngulang, heheu.

๏ 100 readers

Leave a Reply