Untuk kesekian kali Geng F30 melakukan perjalanan dadakan, karena kalau kebanyakan rencana malah ujungnya bisa ga jadi dengan ditunjang semakin sibuknya dengan kegiatan masing-masing.

Jika biasanya kami lebih sering piknik di gunung, pantai atau danau, kali ini kami berkunjung ke Sukabumi dengan tujuan wisata adalah Goa Buniayu. Yang dalam benak kami ini merupakan piknik dengan tempo satu hari bisa langsung pulang.

Kami berangkat dari Bandung pagi-pagi menggunakan bis yang berangkat dari Terminal Leuwi Panjang dengan tujuan Sukabumi.

Untuk menuju kawasan Goa Buniayu, kami harus melanjutkan perjalanan dengan 2 kali naik angkot. Yang pertama merupakan angkot dari terminal hingga kawasan pusat kota Sukabumi, dilanjutkan berjalan kaki melewati pasar, ruko dan stasiun kereta untuk sampai di kawasan terminal angkot ke 2. Perjalanan dari Kota Sukabumi hingga kawasan Goa Buniayu sendiri ditempuh hampir 2 jam, karena angkot harus ngetem dulu nunggu penuh. Tipe-tipe kawasan jarang angkutan yang cuma lewat 1 jam sekali.

Pintu Gerbang Goa Buniayu

Sesampainya di kawasan Goa, saya sudah menghubungi petugas yang ada di website buniayucave.com dan langsung berjalan menuju basecamp. Iya, Wana Wisata Goa Buniayu Sukabumi ini sudah termasuk canggih karena sudah bisa menghubungi petugas pendamping dan memesan peralatan beserta fasilitas lainnya sesuai dengan tanggal dan jam kedatangan.

Sampai di basecamp kami langsung disambut dengan petugas yang ramah dan langsung dipersilahkan untuk makan sebelum caving ke goa. Telah disiapkan sajian masakan sunda lengkap secara prasmanan. Khusus untuk group kami. Mantap!

Makan Siang Khas Sunda

Setelah selesai ishoma, maka kami langsung bersiap untuk terjun ke goa.

Goa Buniayu ini merupakan salah satu dari sedikit goa di Indonesia yang mempunya gerbang masuk vertikal. Dengan kedalaman goa sekitar 30 meter, kami harus turun dengan peralatan lengkap seperti wearpack, headlamp, sepatu bot, helm dan sarung tangan.

Gerbang Vertikal

Setelah masuk melalui gerbang vertikal ini kami harus menyusuri goa sepanjang sekitar 1,5 km yang ditempuh sekitar 3 jam.

Mandatory pose di dalam goa

Di dalamnya selain kita akan disuguhkan dengan berbagai macam keindahan stalakmit, stalaktit dan ornamen-ornamen alam khas goa, kita juga mendapatkan pengalaman caving yang luar biasa, seperti jalan di aliran sungai yang dalamnya hingga sampai sepinggang, melompat di atas jurang yang dalamnya sekitar 10 meter, jalan di lumpur yang dalamnya hingga selutut, naik tangga tali baja hingga jalur menanjak yang licin karena lumpur. Dan tentunya sensasi berada jauh di bawah tanah tanpa ada cahaya.

Yang tadinya sebelum masuk goa terlihat gagah, begitu keluar dari goa terlihat compang-camping, hahaha.

Fahmy, Jody, Andit, Whe, Saya

Setelah keluar dari goa sebenarnya masih ada satu area piknik lagi yaitu Air Terjun Bibijilan, yang biasa digunakan untuk membersihkan badan dari lumpur yang didapat saat menyusuri goa dan juga bisa merasakan serunya bermain water rapelling. Namun, karena cuaca yang sudah hujan dan airnya sudah terlalu deras kami tidak diperbolehkan untuk bermain di lokasi air terjun.

Setelah beres membersihkan diri kami langsung kembali ke Bandung. Sedikit tips jika sudah sore maka cari carteran mobil saja (bisa minta tolong petugas) untuk mengantarkan ke Terminal Sukabumi. Tapi kebetulan kala itu kami pake drama mobilnya macet dan harus ikut dorong agar jalan, kemudian turun di tengah jalan yang untungnya sudah dekat dengan terminal, jalan kaki ke terminal dan dapat bis terakhir menuju ke Bandung, hahaha.

***

Untuk dapat menikmati keindahan Goa Buniayu dan sekitarnya dibutuhkan budget sekitar 300 hingga 400 ribu per paketnya, tinggal disesuaikan saja.

Seru banget si, perlu dicoba buat yang suka dengan piknik adventure 😉

๏ 64 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *