Mendengar Wonogiri mengingatkan saya yang selalu diceritain Bapak tentang kota ini. Ya, Bapak saya dulunya kuliah di UNS di Solo dan mungkin sering main ke Wonogiri.

Ceritanya ga jauh-jauh dari Waduk Gajah Mungkur lengkap dengan sejarahnya. Waduk ini adalah sesuatu yang dibuat dengan bumbu transmigrasi warga ke luar Pulau Jawa.

Waduk Gajah Mungkur

Luasnya hampir satu kecamatan sendiri dan jika sedang surut akan terlihat bekas bangunan rumah warga di dasar waduk. Bila beruntung, kita bisa melihat kondisi ini.

Beberapa waktu yang lalu akhirnya saya sempat untuk singgah di Wonogiri ini. Kebetulan saya punya temen kuliah yang hometown-nya di Wonogiri. Beliau merupakan owner dari Sebat Project perusahaan custom meubel terkemuka di daerah Solo dan sekitarnya.

Mas Fajar

Nah, itu Mas Fajar bersama dengan tunggangan kesehariannya.

Pak Tukang Kayu

Perusahaan meubel beliau berpartner dengan beberapa tukang kayu di daerah Sukoharjo. Luar biasa pokoknya.

***

Kembali ke Waduk Gajah Mungkur, saya dan Fajar naik motor di pagi hari hingga sampai ke Bukit Gantole yang bisa digunakan untuk kegiatan paralayang atau gantole, tetapi sepertinya tidak terlalu sering digunakan. Dari bukit inilah kita bisa melihat hampir seluruh kawasan di sekitar waduk.

Landasan Paralayang Waduk Gajah Mungkur

Karena waktu itu kami ke sana di pagi hari jadinya suasana sepi, cocok sekali sebenarnya suasananya untuk nongkrong dan bercengkerama menghabiskan waktu bersama teman sambil mengamati kegiatan masyarakat di sekitar waduk terbesar di Jawa Tengah yang digunakan untuk membendung sungai Bengawan Solo ini.

Selain menengok waduk, saya juga di ajak ke kawasan yang katanya cukup populer bagi pengguna instagram di Wonogiri. Mungkin tempat buat insta meet gitu kali ya? hahahaha.

Batu yang tersohor di Instagram

Dan ternyata lokasinya…

Ternyata cuma kayak gitu, hahaha. *lalu hening*

***

Sudah sampai di Wonogiri tak lengkap rasanya jika tidak mencoba bakso dan mie ayam. Kan banyak banget tuh biasanya warung-warung mie ayam dan bakso yang bawa-bawa Wonogiri. Malamnya saya minta Fajar buat nganter ke warung mie ayam dan bakso paling enak di kota itu, hahaha.

Begitulah sedikit cerita dari persinggahan saya ke Wonogiri.

๏ 23 readers

2 Replies to “Singgah di Wonogiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *