Sejak pertama kali tiba di Luang Prabang dan diberikan sebuah peta kertas oleh resepsionis hostel, Kuang Si Waterfall sudah menjadi salah satu to do list/tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan jika berada di kota ini.

Meskipun Laos merupakan negara yang dikelilingi oleh daratan dan tidak mempunyai pantai, tetapi adanya air terjun yang sejuk ini bisa menjadi salah satu penawarnya.

Kuang Si Waterfall berjarak sekitar 30 kilometer ke arah selatan dari pusat kota Luang Prabang. Untuk mencapai ke sana kami mengikuti saran resepsionis hostel menggunakan mini van yang akan menjemput di jalan depan hostel setiap jam 11:30 dan 13:30. Setiap penumpang dikenakan tarif sekitar 60.000 Kip. Konsepnya sharing dengan pengunjung lain yang sangat mungkin berada di lokasi hostel yang berbeda, jadinya harus nunggu jemput satu-satu sampai penuh terlebih dahulu, semacam travel jaman dulu yang ga nunggu di pool. Namun, dengan moda mini van ini jadinya paling murah.

Perjalanan dari kota ke lokasi air terjun sekitar 1 jam. Di perjalanan banyak lahan pertanian warga yang terlihat lebih hijau dan lebih subur dibandingkan dengan daerah di sekitar kota Vang Vieng. Selama perjalanan tak sedikit pula turis yang menggunakan sepeda motor untuk menuju ke sana. Mungkin biar lebih berasa adventurenya.

Di perjalanan berangkat ini pula ada drama mini van kami ditilang oleh polisi setempat (saya ga berani ambil gambar karena aura militer komunis yang lumayan kental). Dan ternyata pake ngasih uang instan juga ya di sana, haha.

Pintu Gerbang Kuang Si Waterfall Park

Sesampainya di area tempat wisata, kami diberikan waktu untuk makan siang terlebih dahulu dan kami memilih nasi goreng yang menunya paling ‘”aman” di sana. Setelah itu kami langsung bisa menikmati kawasan wisata yang diberikan waktu sekitar 2-3 jam, karena mini van akan menunggu dan mengantarkan pulang kembali ke hostel. Tarif untuk masuknya sekitar 20.000 Kip.

***

Welcome to Kuang Si Waterfall Park

Setelah melewati pintu masuk, di dalam Kawasan Kuang Si Waterfall Park ini terdapat Bear Sanctuary, organisasi nirlaba yang menyelenggarakan campaign untuk membebaskan beruang dan pendapatannya hanya bergantung pada donasi. Jadi jika ada uang berlebih bisa disempatkan untuk membeli kaos sambil berdonasi.

Kawasan Beruang
It’s Keo

Setelah melewati kawasan beruang dan wilayah jalanan hutan akhirnya kami menemukan kawasan air terjun pertama yang sudah cukup ramai oleh pengunjung dari berbagai negara. Lokasi air terjunnya memang ada beberapa bagian dari bawah ke atas sekitar 5 lokasi yang dapat ditelusuri dengan berjalan kaki.

Melihat pesona air yang jernih dan hijau ditambah cuaca yang lumayan panas dan sudah banyak pengunjung yang chill menikmati kami pun tak berpikir panjang lagi untuk bergabung, hahaha.

Trio Kwek-Kwek
Yasss
Main Dayang-Dayangan, wkwk

Kami tidak bisa berendam lama-lama karena mengingat waktu yang terbatas (padahal masih betah), hahaha.

Lucunya setelah beres urusan perendaman, di perjalanan pulang menuju gerbang depan kami secara random bertemu Tobi, yang kami kenal ketika berwisata di Vang Vieng. Kami langsung ketawa dan merasa ini peserta dan daerah pikniknya emang sini-sini aja, wkwk.

Saya, Riwe, Mira, Tobi

Setelah kami berpisah dengan Tobi kami melanjutkan perjalanan pulang dengan jajan-jajan dulu di sekitar gerbang dan tempat parkir sambil menunggu rombongan mini van.

***

Satu hal yang sangat kami sesali adalah kami melewatkan air terjun terakhir yang ternyata paling bagus dari semuanya. Dan kami baru tau setelah Tobi cerita, haha.

Kuang Si Waterfall yang paling bagus

Begitulah sedikit cerita kami di Kuang Si Waterfall, worth to visit banget kalau ke Luang Prabang.

 

Sumber : NomadicMatt

๏ 10 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *