Setelah berkunjung sejenak di Titik Nol Kilometer Banjarmasin, kami melanjutkan perjalanan berkeliling kota meski sudah mendekati tengah malam. Tujuan selanjutnya yang direkomendasikan oleh Bapak yang menemani kami adalah area Patung Bekantan.

Patung Bekantan yang baru ada sejak tahun 2015 ini sekarang menjadi maskot Provinsi Kalimantan Selatan.

Patung Bekantan di tepi Sungai Martapura

Bekantan (Nasalis Larvatus) merupakan fauna identitas Provinsi Kalimantan Selatan, meskipun ada di beberapa daerah di Kalimantan hinggga Malaysia dan Brunei. Bekantan adalah monyet yang memiliki perut yang buncit dan rambut berwarna cokelat kemerahan serta hidung yang panjang dan besar yang terdapat hanya pada spesies jantan. Fungsi dari hidung besar ini sampai sekarang masih belum jelas. Tetapi diduga karena hasil dari seleksi alam, yang mana monyet betina lebih memilih jantan yang memiliki hidung yang besar sebagai pasangannya.

Satwa endemik Pulau Kalimantan ini sudah dimasukkan dalam kategori konservasi terancam. Meraka hidup di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan bakau, rawa, hutan pantai dan kadang-kadang sampai jauh masuk daerah pedalaman Borneo.

Dengan statusnya yang berubah dari rentan menjadi terancam punah, maka sudah tepat jika pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan Bekantan sebagai maskot agar selalu diingatkan untuk menjaga kelestarian hewan ini.

Patung Bekantan setinggi 6,5 meter yang ada di tepi Sungai Martapura tepatnya di Siring Jalan Pierre Tendean ini dihadirkan secara utuh dengan pose tangan kanan menggaruk kepala dan tangan kiri menggenggam buah rambai serta bisa mengeluarkan air mancur dari mulutnya ke arah Sungai Martapura. Mirip seperti patung singa di Singapura sana.

Kebetulan saya ke sini ketika tengah malam, jadi sudah sepi. Jika siang atau sore hari sepertinya tempat ini bakal ramai dengan pengunjung yang ingin berfoto dengan Patung Bekantan ini.

Bukti sudah ke Banjarmasin

Dengan adanya spot Patung Bekantan ini sekarang sudah bisa menjadi bukti jika kita sudah ke Banjarmasin, meskipun tidak sempat untuk berkunjung ke pasar terapungnya. Lumayan lah ya, hahaha.

Untuk memasuki area ini kita hanya dikenai biaya parkir saja. Karena lokasinya yang di pinggir jalan.

๏ 252 readers