Wisata Mangrove Purworejo

Setiap kali mudik ke Purworejo, saya biasanya masih menyempatkan untuk berkumpul dengan teman-teman sejak kecil, baik yang kebetulan sedang mudik juga ke Purworejo atau yang memang sekarang menetap di sana.

Karena lumayan sering, tempat berkumpulnya pun bisa dihitung dengan jari. Kalau enggak di Alun-Alun nyari wedang ronde ya nyari durian, ke pantai, nongkrong di kedai yang ga terlalu banyak pilihan juga atau berkunjung ke rumah salah satu teman yang berkenan untuk dikunjungi. Ya maklumlah, karena Purworejo memang kota kecil yang cukup sepi, jadi ya begitulah adanya.

Namun, sekarang sudah ada pilihan lain untuk dicoba yaitu Wisata Mangrove Purworejo yang ada di ujung pantai selatan yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan Wisata Mangrove Purworejo

Kawasan Wisata Mangrove Purworejo yang membentang sepanjang aliran muara Sungai Bogowonto dan anak sungainya ini terbagi menjadi beberapa area, yaitu Jembatan Api Api, Pantai Pasir Kadilangu, Wanatirta Pasir Mendit, dan Maju Lestari.

Meskipun secara administratif kawasan mangrove ada di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, tetapi pintu masuk menuju Kawasan Wisata Mangrove ini ada di Jalan Daendels, Kabupaten Purworejo, kira kira 300 meter sebelah barat jembatan Congot (kiri jalan), di sepanjang jalan sudah ada beberapa papan petunjuk arah untuk masuk di masing-masing area.

Pintu Masuk Area Jembatan Api-Api

Dari beberapa area yang ada, yang paling hits adalah Jembatan Api-Api. Nama “api-api” ini sendiri merupakan nama salah satu jenis mangrove yang tumbuh di kawasan tersebut yakni avicennia germinans atau yang dikenal dengan jenis api-api. Dulunya jembatan ini digunakan untuk mobilisasi penambak udang di sana.

Setelah melewati jembatan pintu masuk, pengunjung dapat berjalan di atas jembatan bambu yang dibuat memanjang mengelilingi hutan bakau. Di beberapa titik juga sudah disediakan ayunan, gazebo dan spot menarik untuk berfoto. Dengan atraksi utama yaitu Jembatan Api-Api.

Jembatan bambu di sekeliling hutan bakau
Jembatan Api-Api
Jembatan bambu di tengah hutan bakau

Setelah berkeliling sebentar dan melewati Jembatan Api-Api ini kita bisa juga berjalan sedikit ke arah selatan dan langsung bisa menikmati sunrise atau sunset di pantai selatan.

Tim Pemburu Durian

Tak lupa kami membawa durian untuk dinikmati bersama di pantai sambil melihat sunset, wkwk.

***

Selain bersantai dan jalan-jalan di sepanjang hutan bakau, kita juga bisa menikmati wisata naik perahu di sini. Rutenya dari tengah kawasan wisata mangrove hingga ke muara Sungai Bogowonto yang sudah dekat sekali dengan Pantai Congot.

Iqbal, Saya, Rizal, Farid, Aris

Tiket

  • Tiket untuk memasuki area hutan mangrove : Rp 5.000 per orang
  • Tiket parkir : motor (Rp 2.000), mobil (Rp 5.000)
  • Tiket perahu : 5.000 – 10.000 per orang
  • Untuk memasuki masing-masing area kita harus bayar lagi, karena pengelolanya berbeda.

Jam Buka

  • Buka setiap hari dari jam 06.00 hingga jam 19.00

***

Menarik bukan?

Setidaknya kawasan ini sekarang bisa dijadikan pilihan baru untuk berwisata di sekitar Purworejo, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, hahaha. Waktu terbaik yang disarankan untuk berkunjung ke sini adalah ketika sunrise di pagi hari atau setelah jam 3 sore menjelang sunset. Di siang hari cuaca cenderung sangat panas, sehingga dapat mengurangi kenyamanan untuk berwisata.

Selamat mencoba ya! 😀

๏ 27 readers

2 comments Add yours
  1. Menarik banget!!Sebagai pemudik yang suka banget lewat jalan daendles kadang pengen wisata yang deket2 situ gak jauh dari Jl Daendles tapi bingung mau kemana.
    Wah thanks bong sudah survey lokasi kesana :))) sampe repot2 segala gitu loh :)))

Leave a Reply