Menonton Teater “Kepada Gema” di Taman Ismail Marzuki

Sudah cukup lama saya mengikuti mbak Prisia Nasution. Pertamanya tertarik karena mbak yang berprofesi sebagai artis seni peran ini mempunyai background studi teknologi informasi, hahaha. Akhirnya mulai mengikuti doi deh di media sosial juga, sebelum dia jadi pemeran utama di Film Sang Penari. Yang mana dia mendapatkan Penghargaan Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011.

Nah, setelah beberapa waktu kenal dengan Putri, saya baru ngeh kalau dia ternyata temenan sama Prisia Nasution. Oh waw.. hits ya. Tanpa pikir panjang mulai dari saat itu langsung mengintimidasi biar diajakin mainlah, seenggaknya sekali bisa ketemu Prisia, wkwkwk.

Singkat cerita kesempatan itu akhirnya datang juga. Kebetulan Prisia lagi mau main teater yang bertajuk “Kepada Gema” di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.

Kepada Gema

Tanpa babibu pula ketika ditawarin mau ikut nonton apa enggak, saya langsung mengiyakan. Dengan iming-iming nanti bakal diajakin ke backstage buat foto bareng Prisia Nasution. Aseeekk.. kapan lagi ya kan?

***

Teater Kepada Gema

Kepada Gema awalnya adalah sebuah novel karya Diego Christian yang diadaptasi menjadi teater dengan produksi dari Ruang Imaji Production.

Kepada Gema bercerita tentang Atisha (Prisia Nasution) yang mengidap PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dikarenakan kejadian yang menimpanya di masa lalu. Atisha berhubungan jarak jauh dengan Jesse (Abiyoga Harbunangin), laki-laki yang menerimanya apa adanya. Di tengah jarak yang memisahkan Atisha dan Jesse, Gema (Iedil Putra) hadir dan kembali memasuki kehidupan Atisha, meski Atisha sungguhnya tak menghendakinya untuk kembali. Atisha yang belum bisa berdamai dengan masa lalu, tidak ingin Gema menghancurkan kebahagiaan yang saat ini ia miliki bersama Jesse.

Suasana setelah pertunjukan

Bagi saya, menonton pertunjukan teater seperti ini merupakan pengalaman baru ya. Maksudnya, teater dengan artis beneran. Ya maklum pengalaman sebelumnya cuma level teater sekolah pas class meeting atau mentok-mentok nonton wayang orang sama Bapak, haha.

Ternyata seru banget dan sensasinya beda. Kalau film atau sinetron kan bisa diulang-ulang kalau ada yang salah, sedangkan teater seperti ini ya mengalir saja tanpa ada reka ulang. Musik pengiring secara live pun menambah asik suasana. Kadang bisa sampai bikin merinding.

Salah satu yang bikin saya kagum juga tentang penataan set buat setiap adegannya. Dengan setting cuma satu panggung yang dibagi seperti beberapa ruangan dan pintu itu bagus banget si, ditambah pencahayaan yang pas. Standing applause buat semua yang terlibat di sana.

***

Di akhir acara, seperti yang sudah dijanjikan, saya berkesempatan untuk “jumpa fans” dengan Prisia Nasution, hahaha.

Prisia Nasution

Maapkan muka saya yang selalu kucel, wkwk. Tapi akhirnya bisa ketemu deh, thanks to Putri! ๐Ÿ˜€

Dan buat kalian yang belum pernah menonton pertunjukan teater beneran secara langsung, saya sarankan buat dicoba, seru soalnya. Dan yang udah sering langganan nonton teater bolehlah ajak-ajak saya untuk alternatif kegiatan di akhir pekan, heheu.

เน 24 readers

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *