Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Gudeg Sagan Jogja

Arif Setiawan, October 5, 2018September 14, 2020

Saya termasuk salah satu yang mengamini pendapat bahwa makanan yang sudah terkenal tidaklah selalu makanan yang paling enak. Begitu pula di dunia gudeg ini. ((dunia gudeg))

Banyak yang masih belum tau sejarah tentang gudeg ini, taunya ya makanan tradisional yang berasal dari Yogyakarta. Ceritanya lumayan panjang hingga sekarang menjadi ikon kuliner Yogyakarta.

Versi singkatnya, gudeg berasal dari kata bahasa Jawa hangudeg (mengaduk), yang artinya makanan yang proses pembuatannya diaduk dan dimasak dalam waktu lama. Tidak hanya dari buah nangka muda (gori), sebenarnya gudeg juga bisa dibuat dari bahan manggar (bunga kelapa) dan rebung. 

Jenis Gudeg

Ada dua jenis gudeg, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah adalah gudeg yang proses pengolahannya hanya sampai perebusan, masih mengandung banyak air dan disajikan dengan santan. Sedangkan gudeg kering masih ada pengolahan lanjutan berupa penumisan sehingga menjadi kering.


Gudeg Sagan

Gudeg Sagan

Salah satu warung gudeg favorit saya jika sedang berada di Yogyakarta adalah Gudeg Sagan ini. Lokasinya di Jl. Prof. Ir. Herman Yohanes dekat dengan kawasan UGM.

Warung gudeg yang awalnya hanya jualan kaki lima sejak tahun 2000 dan langsung populer setelah ada TV yang meliput ini mempunyai menu andalan gudeg basah yang sangat nikmat, menggunakan kuah areh yang terbuat dari santan kelapa kental. Apalagi jika disajikan dengan bubur. Wadaw. Lebih enak jika dibandingkan warung gudeg lain yang kebanyakan menyajikan gudeg kering.

Bubur Gudeg

Bubur gudeg biasanya disajikan dengan krecek dan berbagai macam lauk, mulai dari mulai dari tahu, tempe, telur, dan daging ayam seperti sayap, paha atas, dada, ati ampela, hingga kepala ayam. Ayam yang digunakan sebagai lauknya adalah ayam kampung dan telur yang digunakan adalah telur bebek. 

Cita rasa gudeg yang disajikan cenderung gurih dan sedikit manis atau tidak semanis sajian gudeg kering. Untuk sambal krecek sendiri terasa sedikit pedas, asin, serta manis dan nyaman ketika disantap. Mantap!

Karena nikmatnya ini Gudeg Sagan tidak pernah sepi pengunjung, apalagi jika di sore hari.

Untuk masalah harga, jangan terlalu khawatir, karena harganya masih standar makanan Jogja antara Rp 8.000 hingga Rp 30.000-an.


Bagi kalian yang biasanya menyantap gudeg menggunakan nasi dan belum pernah mencoba menggunakan bubur, sangat direkomendasikan untuk mencoba di Gudeg Sagan ini. Ga bakal menyesal, wkwk.


Harga

Harga makanan di sini bervariasi mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 30.000, sedangkan untuk minuman Rp 3.500 hingga Rp 12.500.

Lokasi

Jalan Professor Dr Herman Yohanes No. 53 Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223

Jam Buka

Gudeg Sagan buka setiap hari pukul 11.00 – 24.00 WIB

4603 readers

Related

Culinary GudegGudeg SaganSlemanYogyakarta

Post navigation

Previous post
Next post

Comment

  1. Pingback: Soto Sapi Pak Musthofa Jogja Sejak 1984 — Arif Setiawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • Mie Ayam Plombokan Magelang
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Pantai Pandawa Bali
  • Tilu Bumi Nature Camp Pangalengan Bandung
  • Sate dan Tongseng Pak Kurdi Sejak 1978
  • Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan Solo Sejak 1983
  • Game Development Life Cycle
  • Open Writing Project : Nol Kilometer
  • Berkunjung ke Panti Asuhan Al Fitroh

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...