Bulan Ramadan tahun 2022 ini ternyata memang lumayan spesial bagi saya. Bisa saya sebut spesial karena tahun ini adalah pola bulan Ramadan yang mirip saat tahun kelahiran saya, yaitu 11 April 1990. Tiga puluh dua tahun yang lalu bulan Ramadan dimulai pada tanggal 28 Maret dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 26 April.

Selain karena polanya yang mirip, ternyata tahun ini masih ada satu hal lagi yang membuatnya spesial, yaitu saya harus menghabiskan sebagian waktu bulan Ramadan di rumah sakit. Saat tulisan ini dibuat pun penulis masih dalam kondisi sedang diinfus karena masih pertengahan masa rawat inap. 

Ramadan Tahun 1990
Ramadan Tahun 1990

Yang tadinya berencana buat ikutan start dari awal challenge 10 hari menulis, akhirnya baru lumayan bisa ikutan submit untuk setoran di hari keempat. Untung temanya bebas, jadi ga terlalu ada beban harus nulis berdasarkan tema.

Yang tadinya masih bisa berpuasa sambil bekerja, akhirnya harus off dulu beberapa hari dan koordinasi dengan tim gimana cara mengkondisikan deadline yang ada.

Yang tadinya bisa berbuka dan shalat tarawih bersama keluarga, akhirnya harus skip puasa beberapa hari dan harus berpisah sejenak dari keluarga demi kesembuhan.

Yang tadinya rencana mau merayakan ulang tahun dengan mencari makanan-makanan favorit, akhirnya harus diurungkan dulu karena harus makan makanan yang disediakan dari rumah sakit.

Yang tadinya bisa setiap hari bermain bareng anak, akhirnya harus sabar dulu untuk tidak bertemu dan sebatas video call saja setiap harinya.


Teman selama di RS

Ternyata begitulah hidup, manusia masih bisa membuat berbagai rencana, tetapi masih ada yang lebih berkuasa.

Ternyata begini toh rasanya jadi pasien. Karena jujur saja, banyak pengalaman pertama bagi saya saat ini. Pertama kali kena infus, pertama kali sampai rawat inap berhari-hari, pertama kali pula harus tidak puasa di bulan ramadan.

Sungguh spesial sekali.

Maka dari itu, bagi teman-teman semua yang masih bisa gas pol di bulan ramadan tahun ini, harus tetap semangat dan jangan sampai kendor ya!


*Lesson learned selama sakit : lebih enak diinfus di tangan kanan daripada di tangan kiri, karena akan terasa aneh jika harus ke toilet dan bersih-bersihnya pake tangan kanan, yang mana selama ini dilakukan pake tangan kiri, wkwk

#10HariMenulis


→ 24 readers

About the author

📝 blogger ⚡software engineer — working remotely

Leave a Reply

Your email address will not be published.