Lokawisata Baturraden merupakan salah satu destinasi andalan yang ada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selain lokasi dengan cuaca yang sejuk, pilihan fasilitas yang lumayan lengkap, terdapat juga faktor sejarah dan legenda yang menunjang mengapa Baturraden bisa terkenal dan bertahan hingga sekarang sebagai sebuah kawasan wisata.

Secara administratif, Baturraden sendiri sekarang merupakan sebuah kecamatan di kawasan Kabupaten Banyumas. Terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Daerah ini sudah dikenal sebagai destinasi wisata sejak tahun 1928.

Salah satu air mancur di Lokawisata Baturraden
Salah satu air mancur di Lokawisata Baturraden

Sejarah Baturraden

Lokawisata Baturraden dikenal sebagai kawasan wisata karena imbas dari daerah sekitarnya yang menjadi tempat hunian para pejabat Belanda dahulu kala.

Menurut catatan Atmodikoesoemo (1988), awalnya banyak pejabat pabrik gula dari Purworejo, Kalibagor, Sumpiuh, Purbalingga, dan Klampok banyak yang mendirikan hunian atau vila di lereng Gunung Slamet. Adanya vila ini mendorong dibukanya tempat-tempat wisata di lokasi tersebut.

Legenda Baturraden

Selain sejarahnya, di Baturraden juga terdapat sebuah cerita legenda. Kata Baturraden berasal dari dua kata, yaitu Batur dan Raden. Kisah antara seorang Batur (abdi dalem) dan Raden (putri) yang sering disebut sebagai kisah Romeo dan Juliat ala Banyumas.

Banyak versi dari legenda ini, tetapi yang paling populer adalah kisah dari seorang putri dan perawat kuda. 

Alkisah seorang eorang putri raja bernama Raden yang jatuh hati kepada perawat kuda bernama Batur. Namun keduanya harus menjalin hubungan secara diam-diam karena sang raja tak merestui hubungan tersebut.

Keduanya pun mengambil langkah berani untuk kawin lari. Mengetahui putrinya telah memiliki anak, raja pun membawa pasukan dan meminta putrinya untuk pulang ke rumah yang seharusnya.

Ia memaksa sang putri untuk terus pulang meski ditolak. Hingga akhirnya raja merasa marah. Kemarahan sang raja berbuah petaka dengan pertempuran yang tak bisa dielakkan.

Dalam pertempuran itu, Batur tewas karena tertusuk keris sang raja. Melihat kenyataan itu, Raden pun memutuskan untuk bunuh diri dengan menancapkan keris ke tubuhnya.

Cerita itulah yang terus dipercaya oleh masyarakat sekitar. Sehingga daerah ini diberi nama Baturraden yang merupakan gabungan dari pasangan suami istri yang tak direstui tersebut.

Lokawisata Baturraden

Jembatan yang ikonik di Lokawisata Baturraden
Jembatan yang ikonik di Lokawisata Baturraden

Dinamakan lokawisata karena terdapat banyak jenis wisata di Lokawisata Baturraden, seperti pemandian air panas, wahana permainan anak, hingga kebun binatang Kaloka Widya Mandala.

Koleksi binatang di Kaloka Widya Mandala juga beraneka ragam, mulai dari buaya irian, ular sanca, kaswari, orang utan, elang bondol, rusa, hingga binatang langka seperti harimau Sumatera, beruang madu, dan macan dahan.

Pemandian air panas juga ada beberapa, yaitu Pancuran Pitu dan Pancuran Telu, pemandian air panas yang mengandung belerang.

Di Lokawisata Baturraden juga terdapat Bumi Perkemahan yang dilengkapi dengan alat-alat outbond. Lokasi ini juga pernah menjadi tempat Jambore Nasional Pramuka se-Indonesia pada tahun 2001.

Suasana agak mendung
Suasana agak mendung

Tempat ini menjadi salah satu favorit untuk menghabiskan hari libur atau akhir pekan bagi warga masyarakat Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, atau para siswa dan mahasiswa pendatang yang mengenyam pendidikan di Purwokerto. Bisa menjadi penyejuk di saat cuaca di kota yang lumayan panas.

Untuk bisa masuk ke Lokawisata Baturraden, pengunjung harus membeli tiket masuk. Adapun harga tiket masuk untuk hari biasa Rp 20.000, dan hari libur atau akhir pekan Rp 25.000.

Untuk jam bukanya, lokasi ini buka setiap hari, mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.


Saya berkesempatan berkunjung ke sini lagi setelah mungkin lebih dari 10 tahun, bersama keluarga untuk sekedar menikmati tempe mendoan dan teh hangat sambil menikmati air pancuran dan suasana yang sejuk di lereng Gunung Slamet.

Pengalaman sebelumnya adalah ketika masih sekolah di SMK Telkom dan berkunjung ke Pancuran Pitu dan Pancuran Telu untuk mandi air panas.


→ 8 readers

About the author

📝 blogger ⚡software engineer — working remotely

Leave a Reply

Your email address will not be published.