Soto mungkin salah satu hidangan yang hampir bisa diterima oleh semua orang. Termasuk Soto Gading ini. Kedai soto yang merupakan langganan Presiden Jokowi jika sedang pulang ke Solo dan sejak beliau masih menjadi walikota ini khas dengan menu soto ayam kampungnya. Sudah berjualan sejak tahun 1974 hingga sekarang kedai ini tidak pernah sepi akan pengunjung.

Lokasinya ada di Jalan Brigjen Sudiarta No. 76, di tengah kota Solo sekitar alun-alun selatan Kraton Solo dan memang sudah menjadi salah satu pentolan kuliner di kota yang sangat erat kaitannya budaya Jawa ini.

Soto Gading Solo
Soto Gading Solo

Menu andalan di kedai ini tentu saja soto berkuah kental dari kaldu ayam bening. Isiannya ada soun, suwiran daging ayam, ditambah taburan bawang merah goreng, dan irisan daun seledri. Rasanya didominasi oleh rasa kuah kaldu ayam yang ringan dan tidak banyak rempah. Sebagai pendamping makan soto, tersedia aneka gorengan tahu, tempe, sate usus, sate daging sapi, sate uritan, sate paru, bakwan, empal, telur puyuh, sosis, jeroan dan perkedel yang disajikan di meja makan pengunjung.

Soto Gading Solo - Selalu ramai
Soto Gading Solo – Selalu ramai

Kedai Soto Gading dibuka pertama kali pada 1974 oleh Siswo Martono. Sebenarnya bukan hanya Presiden Jokowi, presiden lain seperti Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah bersantap di Soto Gading ini. Luar biasa ya, beneran soto langganan presiden.

Untuk harganya sendiri tidak terlalu mahal, tetapi juga tidak bisa dikatakan murah untuk ukuran soto. Harga satu porsi tanpa nasi adalah Rp 14.000 ditambah nasi jadi Rp 20.000. Namun, memang harga segini termasuk harga yang masih bisa diterima semua kalangan. Hal ini juga lah yang membuat kedai ini tak pernah sepi. Para pengunjung harus rela antre dan bertoleransi dengan pengunjung lain yang sudah menunggu tempat kosong.

Saya sendiri berkunjung ke sini memang termasuk yang harus mengantri menunggu pengunjung lain selesai makan, ditambah sambil bawa anak kecil. Memang harus dibutuhkan kesabaran ekstra, tetapi hal itu terbayar ketika hidangan semangkok soto sudah dihidangkan di meja dan siap disantap. Sambil menuggu, kita pun bisa melihat bagaimana kuah soto ini dimasak, karena konsepnya semi open kitchen ada di bagian agak depan kedai ini.

Segar sekali rasanya ketika merasakan kuah soto yang sangat berasa kaldu ayamnya ini. Ditambah dengan sensasi minum teh khas Solo. Maknyus sekali. 

Untuk tambahan lauk, jujur saya sudah ga terlalu berani untuk mengambil banyak-banyak, meski terlihat menggiurkan semuanya. Tapi kalau ingat akan efek samping di masa depan terutama jeroan saya jadi sadar sendiri harus menghindarinya, wkwk. Lucunya adalah orang Solo ini memang ga main-main kalau makan, beberapa orang saya dengar memesan es teh mondo ditambah memesan kembali yang namanya jeroan. Pantas saja banyak sekali rumah sakit di setiap sudut kota ini, haha.

Tapi memang worth untuk dicoba bagi kalian yang suka akan soto dengan kuah bening dan ayam kampung. Tapi harus di jam makan siang, karena jam 3 sore kedai ini sudah tutup, wkwk.


Harga

Harga di kedai ini satu porsi mulai dari Rp 14.000.

Lokasi 

Jl. Brigjen Sudiarto No.75, Joyosuran, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57156.

Jam Buka

Kedai ini buka setiap hari dari jam 06.00 – 15.00 WIB.


→ 7 readers

About the author

📝 blogger ⚡software engineer — working remotely

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *