Surakarta menurut saya termasuk salah satu kota yang underrated. Balai Kota Surakarta pun sangat nyeni, ditambah berbagai sudut kota yang kental akan budaya seharusnya bisa menjadi daya tarik sendiri yang mengagumkan. Memang salah satu faktor akses lah yang menurut saya memang masih perlu diperbaiki. Berdasarkan pengalaman, sangatlah mudah untuk menuju ke sana, tetapi pulangnya tidak.

Namun, hal itu sekarang sudah sangat berkurang menurut saya, terutama jika menggunakan transportasi publik, bukan transportasi pribadi. Misalnya saja jika kita menggunakan jasa angkutan KRL yang sudah setiap hari mengantarkan penumpang relasi Stasiun Yogyakarta Tugu ke Stasiun Solo Balapan atau bahkan hingga Stasiun Palur.

Balai Kota Surakarta
Balai Kota Surakarta

Di sini saya ingin sedikit sharing saja bagaimana dengan sedikit modal naik KRL kita sudah bisa main ke Solo dengan nyaman.

Stasiun Lempuyangan
Stasiun Lempuyangan

Berangkat dari Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta, tinggal mempersiapkan kartu emoney untuk masuk ke jalur keberangkatan KRL dan menunggu kereta yang jadwalnya satu jam sekali ini.

Jalur KRL Jogja Solo
Jalur KRL Jogja Solo

Dengan adanya jalur KRL yang berhenti hingga Stasiun Palur sangatlah membantu para wisatawan yang ingin langsung menuju ke jantung kota Solo. 

Stasiun terdeket ke balai kota Surakarta adalah Stasiun Jebres, posisinya setelah Stasiun Solo Balapan jika dari arah Yogyakarta. Dari stasiun ini hanya berjarak kurang dari 2 km kita sudah bisa langsung menuju ke Pasar Gede atau Balai Kota. Bisa memanfaatkan jasa angkutan roda 2 atau roda empat sekitar durasi perjalanan 5-10 menit jika lancar, atau jika memang ingin jalan-jalan santai di kota ini bisa langsung jalan kaki saja mungkin sekitar 30 menit.


Jangan kaget jika tidak ada gerbang atau pagar tinggi yang mengelilingi kantor walikota Solo, karena memang konsepnya sangatlah terbuka. Semua warga bisa masuk dan bersantai begitu saja, mirip di luar negeri, wkwk.

Saya yang mengajak anak saya pun sontak membiarkannya untuk berlarian di rumput lapangan depan balai kota yang tentunya lebih terawat dibandingkan dengan lapangan lainnya. Bapak ibunya bisa bersantai di kursi taman yang disediakan di pinggir lapangan sembari berteduh di bawah pohon beringin yang rindang dan menikmati lalu lintas yang berlalu lalang di Jalan Jenderal Sudirman. Jika beruntung kalian juga bisa melihat bus tingkat, salah satu yang tidak ada di setiap kota di Indonesia.

Jika sudah mulai bosan, kita bisa bergeser sedikit ke Pasar Gede. Salah satu pasar yang legendaris di sini dan masih ramai hingga sekarang. Di dalamnya terdapat macam-macam pilihan yang bisa dibeli. Mulai dari makanan khas solo yang legendaris, kebutuhan sehari-hari hingga oleh-oleh. Lagi-lagi modalnya cuma kuat jalan kaki saja.

Jajan di tempat kuliner Pasar Gede
Jajan di tempat kuliner Pasar Gede

Di seberang Pasar Gede ada juga pusat kuliner yang pilihannya sangat banyak, tepatnya di lantai 2 gedung lawas yang diapit oleh jalan segitiga depan pasar. Mulai dari kopi, dimsum, mie, soto, tengkleng, nasi liwet, soto hingga jajanan pasar seperti pukis, dll. Tinggal pilih.

Bergeser sedikit, kalian juga sudah bisa mampir ke Toko Orion yang legendaris.

Monggo kalau ingin eksplorasi kota Solo, daripada ke Jogja terus, wkwk.


→ 6 readers

About the author

📝 blogger ⚡software engineer — working remotely

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *