Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Kereta Bandara Kualanamu – Medan

Arif Setiawan, June 27, 2019April 27, 2020

Pengalaman naik kereta bandara Kualanamu ini juga merupakan pengalaman pertama saya berkunjung ke Kota Medan, yang mana bandara yang dipakai sudah Kualanamu International Airport yang lokasinya di Deli Serdang, sekitar 25 kilometer sebelah timur Kota Medan. Bandara ini dibuka untuk publik di tahun 2013 lalu untuk menggantikan Polonia International Airport, bandara sebelumnya yang ada di Kota Medan.

Bandara Kualanamu dibangun di wilayah Perkebunan Nusantara II dan diproyeksikan sebagai transit point untuk Pulau Sumatra dan Indonesia bagian barat. Saat ini sudah menjadi bandara terbesar ke-3 setelah Soekarno-Hatta dan Kertajati serta merupakan bandara tersibuk ke-4.

Kualanamu International Airport
Kualanamu International Airport

Dengan jarak yang lumayan jauh dari Medan itu, salah satu moda transportasi yang paling nyaman adalah kereta bandara.

Kereta bandara Kualanamu – Medan sudah ada lebih dahulu dibandingakan kereta bandara Soekarno-Hatta. Hampir berbarengan dengan bandara Kualanamu itu sendiri. Dan tentunya ada beberapa perbedaan dengan kereta bandara Soekarno-Hatta.

1. Stasiun KA Bandara

Ruang Tunggu Kereta Bandara Kualanamu

Selain jaraknya yang tidak jauh dari terminal atau area kedatangan, ruang tunggunya pun luas. Tersedia pula beberapa vending machine yang bisa menambah kenyamanan untuk melanjutkan perjalanan. Berbeda dengan kereta bandara Soekarno-Hatta dimana kita harus menggunakan KA Layang terlebih dahulu untuk mencapai stasiun KA Bandara. Di Kualanamu, cukup berjalan kaki saja.

2. Jenis Kereta

Peron Kereta Bandara Kualanamu

Jenis kereta yang digunakan ternyata berbeda.

Kereta bandara Kualanamu masih menggunakan Kereta Rel Diesel (KRDE) yang merupakan produk dari Woojin Industries – Korea Selatan dengan satu rangkaian 4 gerbong, sedangkan kereta bandara Soekarno-Hatta menggunakan sumber tenaga listrik atau Kereta Rel Listrik (KRL) yang merupakan produk dari Konsorsium Bombardier – Indonesia dengan satu rangkaian 6 gerbong.

3. Kapasitas Penumpang

Gerbong Kereta Bandara Kualanamu

Kereta bandara Kualanamu dengan satu rangkaian terdiri dari 4 gerbong hanya mampu menampung sekitar 172 penumpang. Berbeda dengan kereta bandara Soekarno-Hatta dengan satu rangkaian terdiri dari 6 gerbong bisa menampung sekitar 272 penumpang.

4. Jarak dan Waktu Tempuh

Jarak dari Kualanamu ke Medan sekitar 25 km ditempuh sekitar 30 menit. Sedangkan kereta bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Sudirman Baru ditempuh sekitar 50 menit.

5. Harga Tiket

Dari tahun 2015 hingga sekarang tarif kereta bandara Kualanamu adalah Rp 100.000 per orang. Sedangkan tarif kereta bandara Soekarno-Hatta untuk sementara masih Rp 70.000 per orang.


Stasiun Medan
Stasiun Medan

Selain beberapa hal tersebut perbedaan juga ada pada stasiun tujuan atau keberangkatannya. Kereta bandara Kualanamu berangkat dari Stasiun Besar Medan, bukanlah stasiun KRL seperti Sudirman Baru.

Resiko berada di stasiun besar tentu saja adalah suasana yang lebih ramai dibandingkan stasiun KRL. Karena kereta dan jumlah penumpang pastinya lebih banyak. Namun, ada keuntungannya juga karena lokasinya yang ada di pusat kota. Jadi turun dari kereta bisa jadi lebih mudah untuk menuju ke lokasi lain yang dituju. Selain itu juga bisa langsung melihat beberapa gedung-gedung ikonik yang ada di Kota Medan.

Vihara Setiabudi
Vihara Setiabudi

Salah satunya adalah Vihara Setiabudi yang sangat ikonik sekali ini. Keluar dari pintu utama Stasiun Medan langsung bisa melihatnya. Jalan sedikit juga sudah bisa sampai ke Lapangan Merdeka, titik Nol Kilometer Kota Medan atau Balai Kota.


Itulah kesan pertama saya mencoba kereta bandara Kualanamu. Yang paling berkesan adalah ketika naik kereta saya baru sadar bahwa rumah-rumah di sini jarang sekali yang menggunakan genteng sebagai atapnya, kebanyakan menggunakan seng, hmm…

Memang gitu ya di Sumatra?


Jadwal Kereta Bandara Kualanamu

Untuk jadwal kereta bandara Kualanamu sendiri adalah sebagai berikut ya.

Medan – Kualanamu

Nomor KeretaKeberangkatanKedatangan
U203.3004.01
U405.1505.46
U606.0006.31
U807.0507.38
U1007.2507.56
U1208.2008.51
U1409.0009.31
U1610.0010.31
U1811.0011.31
U2012.0012.31
U2212.5013.21
U2413.3014.01
U2614.3515.06
U2815.4016.11
U3016.2516.56
U3217.3518.06
U3418.2018.51
U3619.0519.36
U3819.3020.01
U4020.3021.01
U42F21.1021.41

Kualanamu – Medan

Nomor KeretaKeberangkatanKedatangan
U104.4005.13
U306.1006.57
U507.0007.50
U708.0008.45
U908.3009.25
U1109.1009.57
U1310.1010.57
U1511.1011.57
U1711.5512.42
U1913.0013.55
U2113.4014.27
U2314.4515.32
U2515.3516.22
U2716.2017.05
U2917.1518.00
U3118.1519.02
U3319.1520.09
U3520.1020.55
U3721.4022.35
U3922.4523.24
U41F23.4000.17

Yang perlu diingat adalah harus berangkat dari Stasiun Medan minimum dua jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat domestik dan tiga jam untuk keberangkatan internasional. Jika pembelian tiket Kereta Api Bandara kurang dari 2 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat, maka resiko keterlambatan keberangkatan pesawat ditanggung oleh penumpang.

400 readers

Related

Indonesia Travel Jadwal Kereta Bandara KualanamuKereta ApiKereta BandaraKereta Bandara KualanamuMedanStasiun MedanSumatera Utara

Post navigation

Previous post
Next post

Comment

  1. Pingback: Nol Kilometer Medan — Arif Setiawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Jakpod Hotel Jakarta Thamrin
  • LXDE, Desktop Ringan untuk Linux
  • Ayam Goreng Tojoyo 3 Sejak 1983
  • Kopi Klotok: Menikmati Kopi dengan Suasana Pedesaan
  • Game Development Life Cycle
  • Baca Manga Lebih Mudah dengan Aplikasi Mango
  • Dari Ketinggian 33.000 Kaki
  • Soto Sinar Pagi Medan Sejak 1962
  • Siomay Kang Cepot Sejak 1991
  • Redjo-Redjo Resto Seyegan Yogyakarta

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...