Stasiun Surabaya Gubeng Arif Setiawan, March 30, 2026March 30, 2026 Setelah kembali dari Jember ke Situbondo lagi via Bondowoso. Kami singgah dahulu di Stasiun Surabaya Gubeng. Ya, perjalanan ini dilanjutkan dari Situbondo ke Surabaya terlebih dahulu, tidak langsung ke Jawa Tengah. Stasiun Surabaya Gubeng Mampir ke stasiun ini jujur karena simply mau liat kereta dulu, berhubung anak saya memang pecinta kereta. Sambil istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Magelang. Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar dan tersibuk di Jawa Timur. Stasiun ini menjadi pintu masuk utama bagi penumpang kereta api yang datang ke Kota Surabaya dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat stasiun ini menjadi salah satu simpul transportasi penting yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Banyuwangi. Selain berfungsi sebagai pusat transportasi, tempat ini juga memiliki nilai sejarah yang panjang sejak masa kolonial Belanda. Sejarah Stasiun Surabaya Gubeng Stasiun Surabaya Gubeng pertama kali dibangun pada awal abad ke-20 oleh perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Belanda, yaitu Staatsspoorwegen. Pembangunan stasiun ini bertujuan untuk mendukung jaringan transportasi kereta api yang semakin berkembang di Pulau Jawa pada masa itu. Stasiun ini mulai beroperasi sekitar tahun 1910 dan menjadi salah satu titik penting dalam jalur kereta api yang menghubungkan Surabaya dengan berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada masa kolonial, kereta api merupakan sarana transportasi utama untuk distribusi hasil perkebunan, perdagangan, serta mobilitas masyarakat. Seiring waktu, Stasiun Gubeng berkembang menjadi salah satu stasiun utama di Surabaya, bersanding dengan Stasiun Surabaya Pasar Turi yang melayani jalur kereta api di bagian utara kota. Dua Bagian Stasiun: Gubeng Lama dan Gubeng Baru Salah satu hal unik dari Stasiun Surabaya Gubeng adalah adanya dua bagian stasiun yang dikenal sebagai Gubeng Lama dan Gubeng Baru. Mirip dengan Stasiun Bandung. Gubeng Lama berada di sisi barat dan merupakan bangunan bersejarah yang masih mempertahankan arsitektur klasik peninggalan kolonial. Gubeng Baru berada di sisi timur dengan bangunan yang lebih modern dan fasilitas yang lebih lengkap untuk melayani penumpang. Dengan pembagian ini, stasiun dapat melayani arus penumpang yang sangat besar setiap harinya. Peran Penting dalam Transportasi Nasional Saat ini stasiun ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia dan melayani berbagai perjalanan kereta api jarak jauh maupun regional. Beberapa kereta terkenal yang berangkat atau berhenti di stasiun ini antara lain: Kereta Api Argo Bromo Anggrek (Surabaya – Jakarta) Kereta Api Turangga (Surabaya – Bandung) Kereta Api Sancaka (Surabaya – Yogyakarta) Kereta Api Jayabaya (Malang – Jakarta) Dengan banyaknya rute strategis tersebut, Stasiun Gubeng menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat di Jawa Timur. Lokasi dan Akses Stasiun ini terletak di kawasan Jalan Stasiun Gubeng, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Lokasinya sangat dekat dengan beberapa tempat penting di kota, seperti: Tunjungan Plaza Monumen Kapal Selam Grand City Surabaya Kedekatan dengan pusat kota membuat stasiun ini mudah dijangkau menggunakan berbagai moda transportasi seperti taksi, ojek online, bus kota, maupun kendaraan pribadi. Ikon Transportasi Kota Surabaya Lebih dari sekadar tempat naik dan turun penumpang, Stasiun Surabaya Gubeng telah menjadi bagian penting dari sejarah dan perkembangan transportasi di Kota Surabaya. Bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini menjadi saksi perkembangan kereta api di Indonesia dari masa kolonial hingga era modern. Bagi banyak orang, perjalanan ke Surabaya sering kali dimulai atau berakhir di stasiun ini, menjadikannya salah satu ikon transportasi yang melekat dengan identitas Kota Pahlawan. Related Indonesia Travel Jawa TimurStasiunStasiun Surabaya GubengSurabaya