Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Arif Setiawan, April 5, 2026April 5, 2026

Ayam Goreng Mbok Berek merupakan salah satu kuliner legendaris dari Yogyakarta yang dikenal sebagai pelopor ayam goreng Kalasan. Hidangan ini memiliki sejarah panjang yang dapat ditelusuri hingga sekitar tahun 1830, menjadikannya salah satu warisan kuliner Jawa yang masih bertahan hingga sekarang.

Mbok Berek Garden Resto Sleman
Mbok Berek Garden Resto Sleman

Ayam goreng ini terkenal dengan rasa gurih, tekstur empuk, serta kremesan renyah yang menjadi ciri khasnya. Tidak hanya populer di Yogyakarta, nama Mbok Berek juga menjadi ikon ayam goreng tradisional Indonesia.

Sejarah Ayam Mbok Berek

Kisah Ayam Mbok Berek bermula dari pasangan suami istri Ronodikromo dan Nyi Kiyem yang tinggal di Desa Candisari, Kalasan, Sleman. Sekitar tahun 1830, mereka mulai berjualan ayam goreng kampung secara keliling untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Saat berdagang, Nyi Kiyem sering menggendong anaknya yang bernama Ronoprawiro. Anak tersebut sering menangis atau “berek-berek” dalam bahasa Jawa. Dari situlah pelanggan mulai memanggil Nyi Kiyem dengan sebutan “Mbok Berek”, yang kemudian melekat sebagai identitas dagang ayam goreng mereka.

Resep ayam goreng yang mereka buat memiliki cita rasa khas karena menggunakan ayam kampung yang dimasak dengan bumbu rempah tradisional seperti bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan daun salam. Ayam biasanya direbus bersama bumbu hingga meresap sebelum digoreng, sehingga rasanya gurih hingga ke dalam daging.

Seiring waktu, usaha ini terus berkembang dan diwariskan kepada anak-anak serta cucu mereka. Bahkan, keluarga Mbok Berek mengizinkan keturunannya membuka usaha dengan nama yang sama selama resepnya tetap dijaga dalam keluarga.

Dari Warung Kecil hingga Kuliner Terkenal

Pada tahun 1952, keturunan keluarga Mbok Berek membuka rumah makan yang lebih besar di daerah Kalasan, Sleman. Rumah makan ini cepat terkenal dan menjadi salah satu tujuan kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Popularitas ayam goreng ini semakin meningkat ketika Presiden pertama Indonesia, Sukarno pernah berkunjung dan mencicipinya pada era 1950-an. Sejak saat itu, ayam goreng Kalasan semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Kini, banyak rumah makan yang menggunakan nama Mbok Berek atau menjual ayam goreng Kalasan dengan resep yang terinspirasi dari hidangan ini.

Ciri Khas Ayam Goreng Mbok Berek

Ada beberapa keunikan yang membuat ayam goreng Mbok Berek berbeda dari ayam goreng biasa:

1. Menggunakan ayam kampung
Ayam kampung memberikan tekstur daging yang lebih padat dan rasa yang lebih gurih.

2. Dimarinasi dengan rempah tradisional
Ayam direbus dengan campuran bumbu dan santan sehingga rasanya meresap sebelum digoreng.

3. Kremesan renyah
Kremesan yang gurih menjadi pelengkap khas yang membuat hidangan ini semakin nikmat.

4. Disajikan dengan sambal dan lalapan
Biasanya disajikan dengan sambal, nasi hangat, serta lalapan seperti mentimun, kol, dan kemangi.

Pengalaman Berkunjung ke Mbok Berek Garden Sleman

Salah satu tempat yang menarik untuk menikmati hidangan ini adalah Mbok Berek Garden Resto di daerah Sleman. Tempat ini memiliki konsep restoran dengan area yang cukup luas dan suasana yang nyaman, cocok untuk makan bersama keluarga.

Saat pertama kali datang, suasana restoran terasa asri karena banyak pepohonan dan area taman yang membuat tempat makan terasa lebih sejuk. Area tempat duduknya juga cukup beragam, mulai dari meja makan biasa hingga area lesehan khas Jawa.

Menu andalan tentu saja ayam goreng Mbok Berek dengan kremesan. Ayamnya terasa gurih dengan bumbu yang meresap sampai ke dalam daging. Teksturnya empuk, sementara kremesan yang renyah memberikan sensasi tambahan saat dimakan bersama nasi hangat.

Sambalnya juga memiliki rasa pedas yang pas dan sedikit manis khas Jawa. Dipadukan dengan lalapan segar seperti mentimun dan kemangi, hidangan ini terasa sederhana namun sangat memuaskan.

Selain ayam goreng, biasanya tersedia juga menu pendamping seperti tahu, tempe, sayur asem, hingga aneka minuman tradisional yang cocok dinikmati bersama keluarga atau rombongan wisata.

***

Selama hampir dua abad, Ayam Mbok Berek telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Yogyakarta. Dari usaha kecil yang dijalankan secara keliling oleh pasangan Ronodikromo dan Nyi Kiyem, kini ayam goreng ini berkembang menjadi ikon kuliner yang dikenal luas di Indonesia.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Yogyakarta, mencicipi ayam goreng Mbok Berek, terutama di kawasan Kalasan atau Sleman, bukan hanya sekadar makan, tetapi juga merasakan sepotong sejarah panjang kuliner Nusantara.


Harga

Harga di resto ini mulai dari Rp 35.000.

Lokasi 

Jl. Magelang KM. 9, Mulungan Kulon, Sendangadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55285.

Jam Buka

Resto ini buka setiap hari dari jam 08.00 – 21.00 WIB.

5 readers

Related

#kulinersince Culinary Ayam GorengMbok BerekMbok Berek GardenSlemanYogyakarta

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Game Development Life Cycle
  • Travelizen's 1st Screen Cast
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Recent Posts

  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–Magelang
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981
  • Ayam Goreng & Tumpang Koyor Bu Yusro Salatiga

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026
  • Staycation di Java Lotus Hotel JemberMarch 24, 2026
  • Pantai Bletok SitubondoMarch 22, 2026

Culinary

  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026
  • Ayam Goreng & Tumpang Koyor Bu Yusro SalatigaApril 2, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...