Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Ziarah ke Puger Jember Jawa Timur

Arif Setiawan, March 26, 2026March 26, 2026

Kabupaten Jember di Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan kuliner dan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki tradisi ziarah yang masih kuat dijalankan oleh masyarakat. Ziarah ke daerah Puger kali ini juga salah satunya. 

Suasana jalan di Puger
Suasana jalan di Puger

Perjalanan dari pusat Jember menuju wilayah pesisir selatan di Puger ini tidak sekadar perjalanan biasa, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual sekaligus menikmati panorama alam khas Jember bagian selatan.

Rute Perjalanan Menuju Puger

Lokasi Puger
Lokasi Puger (Sumber: Bank Tanah)

Perjalanan dari pusat Kota Jember menuju Puger biasanya menempuh jarak sekitar 35–40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Rute yang dilalui cukup nyaman, melewati jalan kabupaten dengan pemandangan sawah, perkebunan, serta desa-desa yang masih terasa asri.

Selain udara yang masih sejuk, suasana pagi juga memberikan ketenangan tersendiri bagi mereka yang melakukan perjalanan seperti ini. Namun, tidak semuanya terasa sejuk, karena jika sudah mendekati area produsen marmer, maka akan lumayan berdebu suasananya, wkwk.

Tujuan Ziarah di Puger

Salah satu tujuan utama ziarah di kawasan ini biasanya adalah makam tokoh penyebar agama Islam di daerah Puger, yang berada tidak terlalu jauh dari kawasan pesisir. 

Tradisi ziarah biasanya dilakukan dengan membaca doa, tahlil, serta mengenang jasa para ulama yang telah menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut.

Namun, bagi saya dan keluarga, bukan makam tersebut yang menjadi tujuan. Melainkan makam kakek dari istri saya yang konon masih keturunan bangsa Arab. Makamnya pun sedikit lebih besar dibandingkan makam warga lokal di sini.

Menikmati Suasana Pesisir Puger

Setelah berziarah, banyak pengunjung yang bisasanya melanjutkan perjalanan menuju pantai di sekitar Puger. Kawasan ini dikenal dengan aktivitas nelayannya yang cukup ramai. Salah satu tempat yang cukup populer adalah Pantai Puger, di mana pengunjung dapat melihat kapal-kapal nelayan yang bersandar serta menikmati suasana laut selatan yang khas.

Tidak jauh dari sana, pengunjung juga bisa melihat aktivitas pelelangan ikan yang menjadi pusat ekonomi masyarakat pesisir. Ikan segar hasil tangkapan laut selatan sering dijual langsung kepada pembeli dengan harga yang relatif terjangkau.

Sayang sekali saya dan keluarga tidak ada alokasi waktu untuk eksplorasi lebih jauh ke area pantai ini. Karena harus kembali ke Situbondo dan lanjut ke arah Surabaya.

Perjalanan yang Sarat Makna

Bagi banyak orang, perjalanan ziarah bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Sepanjang perjalanan, peziarah diajak untuk merenungkan kehidupan, mengenang perjuangan para generasi sebelumnya, serta memperkuat nilai-nilai spiritual.

Kombinasi antara perjalanan religius, pemandangan alam pedesaan, serta suasana pedesaan menjadikan perjalanan ini terasa lengkap. Tidak heran jika tradisi ziarah ke daerah ini masih terus dijaga dan menjadi bagian dari budaya spiritual masyarakat hingga saat ini.

Related

Indonesia Travel Jawa TimurJemberPugerZiarah

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Game Development Life Cycle
  • Rectoverso
  • Road Trip : Purworejo - Bandung
  • Ayam Goreng Bu Tini Sejak 1967
  • Staycation di Grand Rohan Jogja
  • Pengen Ikutan Kopdar
  • Mount Phousi Luang Prabang
  • Monumen Gerbong Maut Bondowoso
  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Soto Saung

Recent Posts

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990April 25, 2026
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...