Ziarah ke Puger Jember Jawa Timur Arif Setiawan, March 26, 2026March 26, 2026 Kabupaten Jember di Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan kuliner dan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki tradisi ziarah yang masih kuat dijalankan oleh masyarakat. Ziarah ke daerah Puger kali ini juga salah satunya. Suasana jalan di Puger Perjalanan dari pusat Jember menuju wilayah pesisir selatan di Puger ini tidak sekadar perjalanan biasa, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual sekaligus menikmati panorama alam khas Jember bagian selatan. Rute Perjalanan Menuju Puger Lokasi Puger (Sumber: Bank Tanah) Perjalanan dari pusat Kota Jember menuju Puger biasanya menempuh jarak sekitar 35–40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Rute yang dilalui cukup nyaman, melewati jalan kabupaten dengan pemandangan sawah, perkebunan, serta desa-desa yang masih terasa asri. Selain udara yang masih sejuk, suasana pagi juga memberikan ketenangan tersendiri bagi mereka yang melakukan perjalanan seperti ini. Namun, tidak semuanya terasa sejuk, karena jika sudah mendekati area produsen marmer, maka akan lumayan berdebu suasananya, wkwk. Tujuan Ziarah di Puger Salah satu tujuan utama ziarah di kawasan ini biasanya adalah makam tokoh penyebar agama Islam di daerah Puger, yang berada tidak terlalu jauh dari kawasan pesisir. Tradisi ziarah biasanya dilakukan dengan membaca doa, tahlil, serta mengenang jasa para ulama yang telah menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Namun, bagi saya dan keluarga, bukan makam tersebut yang menjadi tujuan. Melainkan makam kakek dari istri saya yang konon masih keturunan bangsa Arab. Makamnya pun sedikit lebih besar dibandingkan makam warga lokal di sini. Menikmati Suasana Pesisir Puger Setelah berziarah, banyak pengunjung yang bisasanya melanjutkan perjalanan menuju pantai di sekitar Puger. Kawasan ini dikenal dengan aktivitas nelayannya yang cukup ramai. Salah satu tempat yang cukup populer adalah Pantai Puger, di mana pengunjung dapat melihat kapal-kapal nelayan yang bersandar serta menikmati suasana laut selatan yang khas. Tidak jauh dari sana, pengunjung juga bisa melihat aktivitas pelelangan ikan yang menjadi pusat ekonomi masyarakat pesisir. Ikan segar hasil tangkapan laut selatan sering dijual langsung kepada pembeli dengan harga yang relatif terjangkau. Sayang sekali saya dan keluarga tidak ada alokasi waktu untuk eksplorasi lebih jauh ke area pantai ini. Karena harus kembali ke Situbondo dan lanjut ke arah Surabaya. Perjalanan yang Sarat Makna Bagi banyak orang, perjalanan ziarah bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Sepanjang perjalanan, peziarah diajak untuk merenungkan kehidupan, mengenang perjuangan para generasi sebelumnya, serta memperkuat nilai-nilai spiritual. Kombinasi antara perjalanan religius, pemandangan alam pedesaan, serta suasana pedesaan menjadikan perjalanan ini terasa lengkap. Tidak heran jika tradisi ziarah ke daerah ini masih terus dijaga dan menjadi bagian dari budaya spiritual masyarakat hingga saat ini. Related Indonesia Travel Jawa TimurJemberPugerZiarah