Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981

Arif Setiawan, April 3, 2026April 3, 2026

Di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern, beberapa warung legendaris tetap mampu mempertahankan cita rasa tradisionalnya. Nasi Goreng Pak Yatno adalah salah satunya. Kuliner malam ini sudah dikenal oleh warga Magelang sejak tahun 1981. Selama lebih dari empat dekade, warung sederhana ini menjadi tujuan favorit bagi pecinta nasi goreng dengan rasa autentik khas Jawa.

Nasi Goreng Pak Yatno Magelang
Nasi Goreng Pak Yatno Magelang

Awal Mula Nasi Goreng Pak Yatno

Nasi Goreng Pak Yatno mulai berjualan pada tahun 1981. Pada masa itu, Pak Yatno memulai usahanya dari sebuah gerobak sederhana yang berkeliling di beberapa sudut kota Magelang. Dengan resep keluarga dan teknik memasak tradisional menggunakan api besar, nasi goreng buatannya cepat dikenal karena rasanya yang gurih dan aroma khas dari bumbu yang ditumis langsung di wajan besar.

Seiring waktu, pelanggan Pak Yatno semakin banyak. Dari pedagang, pekerja malam, hingga mahasiswa dan wisatawan yang berkunjung ke Magelang sering menyempatkan diri untuk menikmati seporsi nasi goreng legendaris ini.

Cita Rasa yang Konsisten

Salah satu alasan mengapa Nasi Goreng Pak Yatno tetap bertahan hingga sekarang adalah konsistensi rasanya. Bumbu yang digunakan merupakan perpaduan bawang putih, bawang merah, kecap manis, serta beberapa rempah rahasia yang membuat rasanya berbeda dari nasi goreng biasa.

Menu yang tersedia cukup beragam, di antaranya:

  • Nasi Goreng Telur
  • Nasi Goreng Ayam
  • Nasi Goreng Spesial
  • Nasi Goreng Mawut (campuran nasi dan mie)

Selain nasi goreng, biasanya juga tersedia mie goreng dan magelangan yang juga menjadi favorit pelanggan. Kalau saya sendiri pasti nyari menu balungannya di sini, karena porsinya besar dan bikin puas.

Suasana Warung yang Sederhana dan Ramai

Warung ini dikenal dengan suasana sederhana khas warung kaki lima. Namun justru di situlah daya tariknya. Pembeli bisa melihat langsung proses memasak di wajan besar dengan api menyala, menghasilkan aroma nasi goreng yang menggoda selera.

Pada malam hari, warung ini sering dipadati pelanggan yang rela antre untuk mendapatkan seporsi nasi goreng panas dengan porsi yang cukup mengenyangkan.

Menjadi Bagian dari Kuliner Legendaris Magelang

Selama lebih dari 40 tahun, warung ini telah menjadi bagian dari sejarah kuliner kota Magelang. Banyak pelanggan yang sudah datang sejak puluhan tahun lalu dan kini kembali membawa keluarga mereka untuk menikmati rasa yang sama seperti dulu.

Keberadaan warung ini menunjukkan bahwa kuliner sederhana dengan rasa autentik akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.

Bagi siapa pun yang sedang berkunjung ke Magelang, mencicipi Nasi Goreng Pak Yatno bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Selain menikmati hidangan lezat, pengunjung juga dapat merasakan atmosfer kuliner legendaris yang telah bertahan sejak 1981.

Warung ini menjadi bukti bahwa cita rasa yang konsisten, pelayanan yang ramah, serta resep yang diwariskan turun-temurun mampu menjadikan sebuah usaha kecil tetap eksis selama puluhan tahun.


Harga

Harga di warung ini mulai dari Rp 16.000.

Lokasi 

Jl. Mayjen Bambang Soegeng, Mertoyudan, Magelang (Sebelah lampu merah Artos Mall).

Jam Buka

Warung ini buka setiap hari dari jam 16.00 – 21.00 WIB.

Related

#kulinersince Culinary Jawa TengahMagelangNasi GorengPak Yatno

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Roti Nogat Pasar Modern BSD
  • Mie Ayam Pak Sarmintul, Mie Ayamnya Bantul
  • Pemandian Air Panas Cibolang Pangalengan Bandung Sejak 1980
  • Sobo Joglo Jawi-Jawi Tegalrejo Magelang
  • Nasi Liwet Mbak Minah Mendut Magelang
  • 3 Apartemen di Singapura Pilihan Akomodasi Liburan Bersama Keluarga
  • Soto Pak Paiman Wates Kulon Progo Sejak 1989
  • Kota Lama: Wisata Sejarah Ikonik di Semarang
  • Kembali ke Situ Cileunca Pangalengan Bandung
  • Pondok Rahayu Muntilan Sejak 1989

Recent Posts

  • Mie Ayam Pak Sarmintul, Mie Ayamnya Bantul
  • Jalan-Jalan ke Universitas Diponegoro Semarang
  • Sego Lodeh Iwak Kalen Wates Kulon Progo
  • Sop Empal Pringgading Magelang
  • Sop Empal Bu Ngalim Muntilan Sejak 1929

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke Universitas Diponegoro SemarangAugust 11, 2026
  • Sigandul View Temanggung, Destinasi dengan Pemandangan Gunung Sumbing dan SindoroJuly 24, 2026
  • Watu Putih Borobudur: Destinasi Wisata di Kaki Perbukitan MenorehJune 16, 2026
  • Festival Balon Udara di Alun-Alun MagelangMay 28, 2026
  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026

Culinary

  • Mie Ayam Pak Sarmintul, Mie Ayamnya BantulAugust 24, 2026
  • Sego Lodeh Iwak Kalen Wates Kulon ProgoAugust 5, 2026
  • Sop Empal Pringgading MagelangJuly 29, 2026
  • Sop Empal Bu Ngalim Muntilan Sejak 1929July 25, 2026
  • DWanu Borobudur, Steak House Dekat Candi Borobudur dengan Spot Foto MenarikMay 30, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
Loading Comments...