Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Warkop Modjok Bandung

Arif Setiawan, September 17, 2017March 9, 2018

Sudah menjadi rahasia umum bahwa daerah Bandung Utara merupakan gudangnya kedai kopi atau cafe-cafe cantik dengan dekorasi yang unik dan kreatif yang saat melihatnya kita jadi ingin share.

Salah satunya Warkop Modjok ini.

Sesuai dengan namanya, konsep warung kopi ini memang berada di pojokan jalan. Lokasinya di Jalan Pinus Raya komplek Perumahan Pondok Hijau Indah. Untuk menuju ke sana kita bisa melewati UPI, kemudian Terminal Ledeng, kemudian belok ke Jalan Sersan Bajuri dilanjut masuk ke komplek Perumahan Pondok Hijau Indah. Setelah melewati dua belokan dan turunan di sebelah kanan ada warung dengan dekorasi kayu-kayu yang lucu dan ada tulisannya Warkop Modjok.

Warkop Modjok

Gemes banget ya lihatnya? haha

Jam buka Warkop Modjok ini dari jam 9 pagi sampai 12 malam. Nah, kalau weekend atau sore hari di warung ini emang rame banget, jadi alangkah enaknya jika ke sini pas weekdays atau pagi hari, enak banget karena sepi sampai bisa kedengeran gemericik air sungai yang ada di belakangnya. Bisa ngopi sambil mojok gitulah. Kalau malam hari mungkin sudah banyak nyamuk juga ya jadi kurang nyaman.

Rame, heheu

Salah satu yang membuat warung ini ramai adalah karena harganya yang sangat bersahabat. Memang pakai warung kopi, berbeda dengan warung-warung kopi modern lainnya yang harganya pake harga cafe.

 

Lihat aja daftar menunya, kopi hitam harganya mulai dari Rp 10.000 dan dengan menambah Rp 5.000 sudah bisa dapat paket kopi + banana bread. Kalau mau tambah susu di kopi, tinggal tambah Rp 2.000. Kopinya bisa pilih biji sesuai keinginan. Ada Robusta, Arabica, Liberica sampai Kopi Luwak. Metodenya semuanya menggunakan manual brewing (V60, Aeropress, Vietnam Drip, Cold Brew, dll).

Cemilan dan makanan beratnya pun ada banyak. Mulai dari Cireng, Tempe Mendoan, Mantau Xuxu, Laba-Laba Cantik, kentang goreng, singkong goreng keju, berbagai nasi goreng, nasi ayam, nasi bandeng, dll. Harganya mulai dari Rp 10.000 – Rp 25.000.

Buat yang ga bisa ngopi, mereka juga punya Jeruk Nipis, Jahe Rempah, Lemon Tea dan yang cukup populer adalah Milo Tubruk. Harga Rp 10.000-Rp 17.000. Jadi bisa tetep ikut mojok bareng temen-temen walau ga bisa ngopi.

***

Yang paling menarik di sini memang dekorasinya yang colorful dengan warna pastel, ditambah dengan banyaknya spot di berbagai sudut Warkop Modjok yang bisa dijadikan background untuk selfie ataupun foto bersama, seperti sepeda, bunga berwarna-warni dan tentu bangunan utamanya yang berupa rumah kayu. Cewek-cewek pasti seneng banget ke sini.

Yang penting lagi di sini juga sudah ada free wifi, walaupun lokasi tempat dan dekorasinya dekat dengan alam.

Kebetulan dulu saya ke sini bareng temen-temen ini.

Saya, Riwe, Mira, Adi, Riezan

Yang sekarang sudah pada berpencar untuk menjalani hidup masing-masing. Foto diambil dalam selang waktu setahun lebih dari postingan ini dibuat.

***

Yak, itu sedikit cerita dari Warkop Modjok, bagi kalian yang sedang atau ada tujuan main ke Bandung warung ini patut dicoba lho. Selamat Berkunjung! 😀

Related

Culinary BandungCoffeeCoffee ShopJawa BaratWarkop Modjok

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Toko Roti Mandarijn Orion Sejak 1932
  • Menjadi Pendaki yang Bertanggung Jawab
  • Kebun Durian Warso Farm Bogor
  • Enam Tempat Wisata Unik di Surabaya
  • Bip... Bip...
  • Bebek Bacem Seyegan Sleman Yogyakarta
  • Karnivor Cafe and Resto
  • Ikan Bakar Nadia Situbondo : Kuliner Laut dengan Cita Rasa Khas Pesisir
  • Pagi Hari di Bukit Moko

Recent Posts

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990April 25, 2026
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...