Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Soto Betawi Haji Mamat Sejak 1960

Arif Setiawan, January 18, 2018January 3, 2022

Soto Betawi Haji Mamat adalah salah satu Soto Betawi yang sudah melegenda sejak tahun 1960 di daerah Tangerang. Bedanya dengan Soto Betawi yang pernah saya coba, di sini menyediakan menu oseng-oseng daging yang kemudian menjadi menu andalannya, dibandingkan dengan warung soto lain.

Ngomongin soto, makanan ini merupakan salah satu makanan yang hampir ada di berbagai kota di Indonesia, dengan cita rasa yang berbeda-beda pula yang mempunyai ciri khas masing-masing. Namanya pun biasanya disesuaikan dengan nama kotanya. Misalnya saja ada Soto Kudus, Soto Bandung, Soto Semarang, Soto Lamongan, Soto Banjar, Soto Madura, Soto Medan, Soto Madura, Soto Padang, Soto Betawi, dan masih banyak lagi.

Saya sebagai orang yang asalnya dari daerah Jawa Tengah tentunya lebih suka soto yang bening kemudian dikasih tambahan kecap, ya semacam Soto Kudus itu, haha.

Kalau Soto Betawi salah satu favorit saya adalah Soto Betawi Pak Odang yang ada di dekat kampus Universitas Telkom. Udah jadi legenda banget lah itu, bukanya pun mengikuti kalender akademik mahasiswa, wkwk.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya diajakin teman-teman saya untuk mencoba  Soto Betawi Haji Mamat ini.

Setelah percobaan pertama di daerah Tangerang itu, saya dan teman-teman kadang masih suka menanyakan kapan bisa makan soto itu lagi. Dan seperti dimudahkan, ternyata di Bandung sekarang sudah ada cabangnya. Wah, harus dicoba ini.

Saya dan teman-teman pun tanpa ba bi bu langsung meluncur ke warung yang ada di Jalan K. H. Ahmad Dahlan (Banteng) No. 106, Turangga, Lengkong, Bandung ini.

Ali, Saya, Adi, Firyal

Menu Soto Betawi Haji Mamat

Di sini menu yang disediakan tidak terlalu banyak, jadi kita bisa langsung memesan tanpa pake acara bingung memilih menu.

Daftar Menu Soto Betawi H Mamat

Saya memesan oseng-oseng campur karena ketika di Tangerang dulu sudah pernah merasakan soto betawi campurnya. Oseng-oseng ini mirip dengan soto, bedanya adalah daging dan kuahnya dipisah. Daging dioseng dengan irisan cabe rawit, mirip tumisan.

Cara makannya, oseng daging dimasukkan dalam piring nasi, lalu dikuahi dengan kuah soto (kuah santan). Dan memang enak dan lebih sedap rasanya.

Oseng-Oseng Campur

Untuk satu porsi oseng-oseng campur ini harganya adalah sekitar Rp 35.000. Sedikit lebih mahal memang dari menu di kedai lainnya, tapi menurut saya masih lumrah untuk harga makanan yang sudah cukup melegenda.

***

Setelah kunjungan kedua di Soto Betawi H. Mamat ini, saya akhirnya bisa menjadikan soto betawi ini menjadi yang kedua favorit saya setelah Soto Pak Odang, wkwkwk.

Kalau kedai Soto Betawi favorit kalian yang mana? 😀

Related

#kulinersince Culinary BandungJawa BaratSotoSoto BetawiSoto Betawi H Mamat

Post navigation

Previous post
Next post

Comments (2)

  1. NIKEN GANTENG says:
    January 19, 2018 at 8:58 pm

    teteeep juaraaa pak odang mah!
    tapi saya yang udah tinggal 29 tahun dilingkungan betawi pun blom pernah nyobain yg aslina di jkt. boleh dicobain tuh ada kali ya cabangnya di jaksel, kalo ke tangerang mayan jauh haha

    Reply
    1. Arif Setiawan says:
      January 22, 2018 at 1:31 am

      iya cobain aja, mantap itu, haha

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Kota Lama: Wisata Sejarah Ikonik di Semarang
  • Soto Pojok Pak Dul Muntilan Sejak 1969
  • Nol Kilometer Magelang
  • Soto Esto Salatiga Sejak 1953
  • Redjo-Redjo Resto Seyegan Yogyakarta
  • Menonton Teater "Kepada Gema" di Taman Ismail Marzuki
  • Gudeg Batas Kota Jogja
  • Cara Mudah Membeli Tiket Bus Untuk Perjalanan Menuju Yogyakarta
  • What Most Schools Don't Teach
  • Danau Beratan Bedugul Bali

Recent Posts

  • DWanu Borobudur, Steak House Dekat Candi Borobudur dengan Spot Foto Menarik
  • Festival Balon Udara di Alun-Alun Magelang
  • Bebek Suwarni Prambanan Sejak 1953
  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Festival Balon Udara di Alun-Alun MagelangMay 28, 2026
  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026

Culinary

  • DWanu Borobudur, Steak House Dekat Candi Borobudur dengan Spot Foto MenarikMay 30, 2026
  • Bebek Suwarni Prambanan Sejak 1953May 26, 2026
  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990April 25, 2026
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes

Loading Comments...