Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Kupat Tahu “Pelopor” Magelang Sejak 1965

Arif Setiawan, March 28, 2018January 3, 2022

Kupat tahu merupakan salah satu kuliner khas daerah Magelang, Jawa Tengah. Kupat tahu yang dijajakan di kota ini memang mempunyai cita rasa tersendiri dan sudah ada selama puluhan tahun.

Bahkan ada satu daerah yang memang sepanjang jalan di kanan-kirinya terdapat warung-warung yang menjual kupat tahu ini. Namanya daerah Blabak. Jalan yang saya maksudkan adalah Jalan Raya Jogja-Magelang. Satu warung yang pernah saya coba adalah Kupat Tahu Dompleng Blabak, itu dulu sebelum naik ke Gunung Sumbing menyempatkan untuk main ke Magelang dan jajan kupat tahu dulu.Di akhir tahun 2017 kemarin, saya akhirnya kesampaian juga untuk menikmati lagi kuliner kupat tahu khas Magelang ini. Kali ini saya mendapatkan rekomendasi dari Nuning untuk mencoba salah satu warung yang sudah ada sejak lama juga, yaitu Kupat Tahu Pelopor.

Karena dia orang Magelang ya saya jadinya percaya bahwa yang direkomendasikan pasti enak. Sambil menuju ke sana saya pun sudah kebayang cita rasa kupat tahu khas Magelang yang dinantikan, wkwk.

Kupat Tahu Pelopor Blabak

Kupat Tahu Pelopor

Warung kupat tahu ini ternyata sudah ada sejak tahun 1965. Wuihhh, kuliner since banget ya. Paling seneng nih saya dibawa ke tempat beginian, hahaha.

Lokasi tepatnya ada di depan eks Stasiun Kereta Api Blabak atau Pabrik Kertas Blabak. Bisa langsung kelihatan jika melewati jalur Jogja-Magelang. Selain di lokasi itu juga sudah ada beberapa cabangnya, karena ketika keliling Kota Magelang saya pun tidak jarang melihat tulisan “Pelopor” di pinggir jalan.

Di sini seringnya kupat tahu disebut jadi tahu kupat, tapi artinya tetap sama, ndak masalah.

Dapur Kupat Tahu Pelopor

Sampai di sana saya diperlihatkan oleh kondisi warung yang tidak sepi. Sesuai dengan ekspektasi lah, untuk warung yang udah ada sejak jaman dahulu sudah pasti pelanggannya banyak.

Warung yang selalu ramai

Tak berpikir panjang saya pun memesan kupat tahu satu porsi beserta dengan teh hangat. Kebetulan saat itu juga lagi musim hujan jadinya suasana lebih dingin dari biasanya. Wah, terbaik! 😀

Kupat tahu khas Magelang

Yang sangat khas dari kupat tahu di Magelang (dan beberapa daerah di Jawa Tengah lainnya) adalah kuahnya yang bening seperti sambal kecap. Sehingga memberikan cita rasa pedas manis ketika dimakan, ditambah tahu yang digoreng agak kering dan sayuran yang masih segar. Maknyus!

Untuk harganya jangan ditanya, masih murah banget. Satu porsi kupat tahu sepiring penuh seperti di atas itu masih Rp 11.000 an. Jadi ya jika membawa uang Rp 15.000 ke sana ya sudah dapat lengkap dengan minuman hangat.

***

Gimana? Jadi kepengen ndak?

Bagi kalian yang berkesempatan untuk main di daerah Magelang wajib banget nyobain yang namanya kupat tahu ini pokoknya! 😀

Related

#kulinersince Culinary Jawa TengahKupat TahuKupat Tahu BlabakKupat Tahu PeloporMagelang

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Toko Roti Mandarijn Orion Sejak 1932
  • Menjadi Pendaki yang Bertanggung Jawab
  • Pagi Hari di Bukit Moko
  • Kebun Durian Warso Farm Bogor
  • Enam Tempat Wisata Unik di Surabaya
  • Bip... Bip...
  • Bebek Bacem Seyegan Sleman Yogyakarta
  • Karnivor Cafe and Resto
  • Ikan Bakar Nadia Situbondo : Kuliner Laut dengan Cita Rasa Khas Pesisir
  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990

Recent Posts

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990April 25, 2026
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...