Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid Seyegan Sejak 1986

Arif Setiawan, March 14, 2026March 14, 2026

Bagi pecinta sate, menemukan tempat makan yang sudah bertahan puluhan tahun tentu menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Salah satu yang cukup dikenal di wilayah barat Kabupaten Sleman adalah Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid, sebuah warung sate legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1986 di kawasan Seyegan.

Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid
Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid

Selama lebih dari tiga dekade, warung ini tetap setia menyajikan sate dengan cita rasa tradisional yang khas. Tidak hanya warga sekitar, banyak juga penikmat kuliner dari berbagai daerah yang datang untuk mencicipi kelezatan sate di tempat ini.

Berdiri Sejak 1986 dan Tetap Konsisten

Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid sudah melayani pelanggan sejak tahun 1986. Bertahannya usaha ini hingga sekarang menunjukkan bahwa kualitas rasa yang ditawarkan memang mampu mempertahankan loyalitas pelanggan.

Resep yang digunakan tetap mempertahankan gaya tradisional. Mulai dari pemilihan daging, proses marinasi, hingga cara membakar sate masih dilakukan dengan metode yang sederhana namun efektif menghasilkan rasa yang lezat.

Konsistensi inilah yang membuat warung sate ini dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di kawasan Seyegan.

Sate Kambing yang Empuk dan Gurih

Menu utama yang paling banyak dipesan tentu saja sate kambing. Potongan dagingnya cukup besar dan empuk saat digigit. Salah satu hal yang disukai pelanggan adalah sate kambing di sini tidak memiliki bau prengus yang kuat.

Sate biasanya disajikan dengan bumbu kecap khas, lengkap dengan irisan bawang merah, cabai rawit, dan potongan tomat segar. Perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas membuat sate semakin nikmat ketika disantap bersama nasi hangat.

Sate Kelinci dan Kempol Bakar yang Jarang Ditemukan

Selain sate kambing, warung ini juga menawarkan sate kelinci, menu yang tidak selalu mudah ditemukan di banyak tempat makan.

Daging kelinci memiliki tekstur yang lebih lembut dengan rasa yang relatif ringan. Ketika dibakar dengan bumbu kecap dan arang, dagingnya menghasilkan aroma khas yang menggugah selera. Bagi yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari sate pada umumnya, sate kelinci bisa menjadi pilihan menarik.

Begitu juga dengan kempol bakar, tidak banyak tempat yang menyediakan menu grande ini, meskipun tempatnya tidak terlalu wah.

Aroma Sate dari Pembakaran Arang

Salah satu ciri khas sate di warung Mas Fuid adalah proses pembakarannya yang masih menggunakan arang tradisional. Cara ini menghasilkan aroma smokey yang khas dan membuat cita rasa sate terasa lebih autentik.

Saat sate dibakar di atas bara arang, aroma daging yang dipanggang dengan bumbu kecap sering kali sudah cukup membuat pelanggan tidak sabar menunggu hidangan mereka tersaji.

Suasana Warung yang Sederhana dan Bersahabat

Seperti kebanyakan warung sate legendaris, tempat makan ini memiliki suasana yang sederhana namun terasa hangat. Pengunjung bisa menikmati sate sambil merasakan suasana khas warung makan tradisional di daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelayanan yang ramah juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak pelanggan kembali lagi ke tempat ini.

Pilihan Menarik untuk Wisata Kuliner

Bagi kalian yang sedang menjelajahi kuliner di sekitar Yogyakarta, Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid di Seyegan bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang layak dicoba. Karena termasuk lengkap di sini, ada sate kambing, sate kelinci, kempol bakar, rica-rica, tongseng, tengkleng. Lengkap banget pokoknya. 

Harganya pun masih sangat terjangkau untuk jenis hidangan seperti ini karena rata-rata masih di bawah Rp 30.000. Menurut saya porsinya yang tidak terlalu banyak justru pas untuk porsi yang kenyang yang pas.

***

Sate Kambing dan Kelinci Mas Fuid adalah bukti bahwa kuliner tradisional yang menjaga kualitas rasa dapat bertahan selama puluhan tahun. Dari warung sederhana di Seyegan, kelezatan sate ini terus dinikmati oleh berbagai generasi pelanggan.

Jika kalian sedang berada di wilayah Sleman bagian barat, tidak ada salahnya mampir dan menikmati seporsi sate hangat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner sejak tahun 1986.


Harga

Harga satu porsi di tempat ini mulai dari Rp 25.000.

Lokasi 

Jl. Kebon Agung, Daplokan, Margomulyo, Kec. Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55561.

Jam Buka

Tempat ini buka setiap hari Selasa – Minggu dari jam 12.00 – 20.00 WIB. Hari Senin tutup.

Related

#kulinersince Culinary Kempol BakarSateSate KambingSate Kambing dan Kelinci Mas FuidSate KelinciSlemanYogyakarta

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Toko Roti Prestasi Solo
  • Ayam Goreng & Tumpang Koyor Bu Yusro Salatiga
  • Warung Pagi Manis
  • WordCamp Ubud 2017
  • Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta
  • Masjid Raya Medan Sejak 1909
  • Raja Kosek Resto Mungkid Magelang
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • Soto Esto Salatiga Sejak 1953
  • Kampung Ulam Ngrajek Magelang

Recent Posts

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Sate dan Tengkleng Kambing Pak Manto Solo Sejak 1990April 25, 2026
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...