Berkunjung ke tempat wisata yang sudah mainstream belum tentu akan selalu memberikan kesan yang buruk, apalagi kalau memang belum pernah berkunjung sendiri ke tempat tersebut. Contohnya ke Ubud atau bahkan ke tempat seperti Pantai Sanur. Tergantung bagaimana kitanya saja mengatur strategi atau mencari cara yang bisa membuat kita nyaman. Kali ini saya berkunjung ke Danau Beratan Bedugul Bali.

Danau Beratan Bedugul adalah danau terluas dan terbesar kedua setelah Danau Batur. Danau ini menjadi sangat mainstream karena ada di uang kertas pecahan Rp 50.000. Selain itu, juga pernah dinobatkan menjadi salah satu dari 20 danau terbaik di dunia. Jadi sudah pasti menjadi salah satu atraksi wisatawan dari dalam atau luar negeri.

Sejarah Danau Beratan

Danau Beratan Bedugul
Danau Beratan Bedugul

Menurut mitos dan legenda rakyat Bali, pada mulanya Danau Beratan, Danau Tamblingan, dan Danau Buyan merupakan satu danau besar. Namun, setelah terjadi gempa besar, terbagilah danau tersebut menjadi tiga danau besar yang berdekatan. Danau Beratan berada di sisi timur terpisah dari 2 danau lainnya, yang mana sering dikatakan sebagai danau kembar yang berada dalam satu wilayah kaldera. Bagi masyarakat lokal, Danau Beratan digunakan dalam sistem irigasi subak untuk tanaman padi maupun pertanian lainnya.

Lokasi Danau Beratan

Secara administratif lokasi Danau Beratan Bedugul berada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Sekitar 40 km sebelah utara Ubud. Saya menggunakan sepeda motor dari pusat kawasan Ubud menuju ke sini, ditempuh sekitar 1 jam.

Ubud → Danau Beratan
Ubud → Danau Beratan

Kawasan Bedugul terletak di ketinggian ± 1240 MDPL, sehingga memiliki udara yang cukup sejuk sekitar 24° C. Sepanjang perjalanan pun dari Ubud ke sini selalu disuguhkan pemandangan yang menyejukkan khas Bali bagian tengah. 

Asal-usul nama Bedugul sendiri terdapat beberapa versi. Yang pertama adalah Bedugul diambil dari dua kata “Bedug” karena keberadaan kelompok Muslim di sekitar Bedugul dan “Kul” dari Kul-kul yang merupakan alat komunikasi tradisional untuk orang Bali yang fungsinya hampir sama, sebagai kentongan. Penggabungan dua kata ini kemudian menjadikan nama daerah ini disebut Bedugul. Yang kedua adalah pada zaman kuno ada seorang raja yang sedang mandi di Danau Beratan dan secara tidak sengaja terlihat oleh penduduk setempat, sementara mereka mengatakan bedogol sang Raja terlihat. 

Terlihat kubah masjid di sekitar Danau Beratan
Terlihat kubah masjid di sekitar Danau Beratan

Yang jelas di sisi sebelah barat Danau Beratan Bedugul terdapat sebuah masjid yang sudah cukup tua, yaitu Masjid Besar Al-Hidayah, Masjid ini berada di atas sebuah bukit kecil. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat saling menghargai dan sangat toleran satu dengan yang lain. Jadi bagi Anda pemeluk agama Islam tidak perlu khawatir karena banyak masjid-masjid di sekitar tempat wisata ini.

Pura Ulun Danu

Pura Ulun Danu
Pura Ulun Danu

Salah satu atraksi utama di sini adalah sebuah pura yang ada di tepi danau, yaitu Pura Ulun Danu

Sejarah pendirian Pura Ulun Danu tercantum dalam kisah yang ada dalam Lontar Babad Mengwi. Disebutkan dalam lontar tersebut bahwa pendiri pura tersebut adalah I Gusti Agung Putu. Didirikan pada tahun saka 1556 (Tahun 1634 Masehi) dan dipelihara oleh empat “satakan” dari desa-desa di sekitar area pura ini, yang terdiri dari: satakan Candikuning mewilayahi 5 bendesa adat, satakan Bangah mewilayahi 3 bendesa adat, satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat, dan satakan Baturiti mewilayahi 6 bendesa adat.

Pura Ulun Danu terdiri atas lima kompleks pura dan 1 buah stupa, antara lain :

1. Pura Penataran Agung

Pura ini dapat dilihat setelah memasuki Candi Bentar menuju Beratan. Pura ini ditujukan untuk memuja Tri Purusha Siwa yaitu Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa.

2. Pura Dalem Purwa

Dalam Pura Dalem Purwa terdapat tiga pelinggih utama yaitu Pelinggih Dalem Purwa sebagai tempat persemayaman Bhatari Durga dan Dewa Ludra yang dipuja sebagai sumber kemakmuran, Bale Murda Manik sebagai balai pemaruman dan Bale Panjang sebagai tempat meletakkan upakara.

3. Pura Taman Beiji

Pura Taman Beiji ini difungsikan untuk upacara ngebejiang (menyucikan sarana upacara) dan memohon tirta (air). Tidak hanya itu, pura ini juga difungsikan sebagai tempat melasti oleh masyarakat sekitar. 

4. Pura Lingga Petak

Pura Lingga Petak inilah yang terpapar jelas dalam pecahan uang Rp 50.000.

Uang Rp 50.000
Uang Rp 50.000
Pura Lingga Petak
Pura Lingga Petak

Terdiri dari tiga tingkat yang di dalamnya terdapat sebuah sumur keramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu. Di dalam pura ini juga terdapat lingga yang berwarna putih. Diapit batu hitam dan merah. Pura ini diyakini sebagai sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan. Ada dua pelinggih dalam Pura ini yaitu Pelinggih Meru Tumpang Solas yang menghadap ke arah selatan dan Pelinggih Meru Tumpang Telu, memiliki empat pintu yang menghadap empat arah mata angin.

5. Pura Prajapati

Terdapat pohon beringin besar sebagai penanda. Pura ini difungsikan sebagai istana Bhatari Durga. Pelinggih yang menghadap barat ini menjadi yang pertama ditemui sesaat setelah pengunjung melewati ticket box dan masuk ke area Danau Beratan.

6. Stupa Buddha

Tidak hanya berupa kompleks pura, di sini juga terdapat satu stupa Buddha. Stupa Buddha menandakan adanya makna keselarasan dan harmoni beragama. Stupa ini menghadap selatan dan terletak di luar area utama kompleks Pura Ulun Danu Beratan.

Pada hari-hari tertentu seperti Purnama, Tilem, Galungan maupun hari besar agama Hindu lainnya, seringkali diadakan persembahyangan bersama di area ini.


Kawasan sekitar Danau Beratan
Kawasan sekitar Danau Beratan
Legenda Danau Beratan
Legenda Danau Beratan

Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini adalah sekitar pukul 09.00 – 11.00 WITA, karena biasanya saat sore hari sering hujan yang menyebabkan kabut turun dan menutupi keindahan pemandangan danau. Lebih baik jika lebih pagi karena akan sedikit susah berfoto jika sudah ramai pengunjung.

Selain berwisata dengan berjalan kaki mengelilingi danau, di sini terdapat kapal atau perahu dan permainan air lain seperti parasailing, kano, dan jetski yang memang disiapkan dan disewakan kepada wisatawan yang ingin menikmati langsung keindahan danau.


Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Danau Beratan Bedugul adalah Rp 30.000 untuk orang dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak.

Parkir : Rp 2.000 / 1 motor, Rp 5.000 / 1 mobil, Rp 10.000 / 1 bus.

Lokasi 

Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191

Jam Buka

Tempat wisata ini buka dari jam 07.00 – 19.00 WITA setiap hari kecuali hari Sabtu buka dari jam 05.00 – 19.00 WITA.


→ 22 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *