travel, food and technology

Tag: Kajian

Antara 1.000 dan 100.000

Kemarin pagi seperti biasa setelah sahur dan sholat subuh, di Masjid komplek Green Valley ada kajian pagi yang kebetulan saat itu disampaikan oleh Pak RT.

Materinya berkaitan dengan cerita antara uang 1.000 dan 100.000.

Gini ceritanya.

Alkisah terjadi percakapan di antara keduanya yang bertemu di sebuah dompet setelah mengarungi perjalanan panjang berpindah-pindah tangan dan tempat.

→ 257 readers

Pelajaran dari Archimedes

Ga terasa udah akhir dari bulan Juli. Melihat kebelakang sebulan ini termasuknya banyak kejadian yang terjadi, khususnya pada saya. Terkait dengan perjuangan, pengorbanan, kegagalan, hal baru, hingga pelajaran hidup. Semoga saja apa-apa yang terjadi pada saya bisa menjadikan saya menjadi pribadi yang semakin baik, aamiin.
Oke, mari kita tutup bulan Juli dengan postingan yang sedikit bermanfaat, bukan postingan surhat, hehe.
Jadi siang ini biasa ada kajian ba’da dzuhur, diisi oleh Dr. Adiwijaya. Isinya gimana? Mari disimak ringkasannya.
Dikisahkan dari cerita seorang ilmuwan kuno bernama Archimedes. Suatu hari beliau ditugaskan untuk melakukan pengecekan terhadap keaslian suatu emas, apa itu emas murni atau bukan. Setelah berselang beberapa waktu yang cukup lama, beliau belum juga bisa menemukan cara yang paling tepat untuk melakukan pengecekan itu. Hingga pada suatu hari pada saat beliau menenanangkan diri dengan berendam pada sebuah bejana besar dan memasukkan tubuhnya ke dalam bejana itu, beliau meneukan fenomena volume air.

 

Apa fenomena yang dimaksud?

Emm.. ko’ malah lupa, haha. Intinya tentang massa jenis air di dalam bejana sama dengan massa jenis benda yang dimasukkan ke dalamnya.
Singkatnya ditemukan suatu formula dari fenomena tadi untuk melakukan pengecekan emas murni dengan menghitung massa jenis dari emas (yang sudah diketahui) dibandingkan dengan massa jenis air.
Apa esensi yang bisa didapat?
Kita sebagai makhluk dituntut tidak hanya untuk bekerja keras dan berpikir cerdas. Namun, juga harus berserah kepada Allah. Contohnya di kisah Archimedes tadi, setelah berusaha cukup lama akhirnya bisa menemukan formula secara `kebetulan`. Dari mana lagi datangnya kebetulan ini jika bukan dari Allah?
Ada juga yang mengatakan bahwa hidup ini cuma di antara huruf B dan D, tetapi masih ada C di antaranya, yaitu Birth, Death and Choice.
Apa yang bisa dilakukan manusia? Ya hanya sekitar huruf C itu.
Selain itu? Ya melakukan 4 hal wajib : shalat, berbuat baik, menjauhi hal buruk dan sabar.
Mungkin itu dulu sedikit ringkasan dari kajian siang tadi, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
#JuliNgeblog #Day31 *ga terasa udah berakhir aja Juli ngeblognya, semoga masih ada lanjutannya setelah ini 😀
@ariffsetiawan

→ 97 readers

Tentang Kehebatan Islam

Seperti biasa, adzan dzuhur dari MSU selalu berkumandang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dan sudah menjadi rutinitas bagi kami para kuli koding kampus untuk beranjak dari depan editor untuk melaksanakan kewajiban di masjid.
Dan seperti biasa juga, diadakan kajian setelah sholat dzuhur. Kali ini yang mengisi bukan ustadz seperti biasanya, tetapi Pak Suwandi yang sekarang menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains. Kajian yang singkat, tetapi langsung mengena ke pokok permasalahan yang dimaksudkan.
Berikut ini sedikit ringkasan dari apa yang beliau sampaikan. Beberapa berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh kita sendiri.

  1. Jika anda ditanya apa hebatnya Islam daripada agama yang lain bagaimana jawaban anda? Menurut beliau agama Islam adalah agama terbaik dan lebih baik dari yang lain, itu sudah jelas dituliskan di dalam Al-Quran.
  2. Tapi dengan adanya fakta seperti itu, kenapa masih ada kejadian seorang muslim yang berpindah agama? Apakah salah dari Islam? Jelas bukan. Mungkin pengaruh orang-orang yang memeluk Islam itu sendiri.
  3. Masalah toleransi untuk beribadah dan tempat ibadah. Mengapa mesti ada kejadian orang Islam yang menyerang pemeluk agama lain yang akan beribadah, jarang sekali kejadian sebaliknya?
  4. Islam itu agama rahmatal lil ‘alamin, tidak hanya untuk orang yang memeluk agama Islam, tapi untuk semua makhluk-Nya.
  5. Lha agama lain gimana si sebenernya? Apa trus tidak baik? Jawabannya : agama lain tetap baik, mana ada agama yang tidak baik, tapi tetep Islam yang terbaik.
  6. Dalam konteks lain, pernahkah kita ditunjukkan hebatnya Islam oleh orang tua kita? Mayoritas yang ada adalah sudah otomatis memeluk Islam tanpa mengetahui terlebih dahulu kehebatannya. Atau pernahkah kita menunjukkan kehebatan agama Islam kita kepada orang lain?
Nah, pertanyaan-pertanyaan seperti di atas mungkin kita sudah tau bagaimana jawabannya, ya nggak? Mungkin jawaban-jawaban dari pertanyaan tadi bisa menambah jawaban pertanyaan mengapa tentang Islam.
Salah satu contoh fakta yang ada di Indonesia ini adalah terdapat banyak siswa beragama Islam yang bersekolah di sekolah yang sudah jelas-jelas mendeklarasikan bahwa mereka adalah sekolah non Islam. Bagaimana sebaliknya? Apakah ada siswa non Islam yang bersekolah di sekolah Islam? Nyatanya hampir tidak ada. Nah, jika seperti ini bagaimana cara mereka bisa mengenal Islam?
Mungkin itu dulu sedikit ringkasan dari kajian siang tadi, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
#JuliNgeblog #Day23
@ariffsetiawan

→ 92 readers

Logic Gate AND

Hubungan AND

Beberapa hari ini saya mengikuti kajian dan kebetulannya beberapa kali bahasan yang disampaikan hampir sama, yaitu tentang hubungan AND.

Logic Gate AND
Logic Gate AND


→ 55 readers

Profesionalitas dan Produktivitas dalam Beribadah

Khotbah jumat kemarin saya catat lagi karena membahas tentang 2 hal, yaitu menyangkut kata profesional dan produktif.
Ibarat kata, hidup kita ini bisa digambarkan sebagai sebuah perjalanan panjang yang tujuan akhirnya kita sudah pasti, yaitu akhirat. Oleh karena itu, dalam perjalanan ini pula kita harus tau benar dan bisa menyusun rencana perjalanannya. Dalam sebuah perjalanan kita juga harus tau apa saja yang harus kita lakukan, akan singgah di mana saja kita, apa yang harus kita bawa dan yang paling penting kita haruslah tau ada di posisi mana kita sekarang. Selain itu juga harus direncanakan pula strategi untuk melewati setiap tempat agar nantinya kita bisa sampai di tujuan dengan selamat dan bisa memberikan cerita yang indah. Berkaitan dengan strategi inilah dimana kita dituntut agar bisa menerapkan prinsip profesional dan produktif dalam beribadah (karena perjalanan hidup ga akan lepas dari ibadah). Jika kita bekerja untuk mencari nafkah saja bisa profesional dan produktif, lalu bagaimana dengan beribadah?

Dalam khotbah kemarin juga dicontohkan sebuah kasus yang pernah dialami khotib secara langsung, yaitu ketika seorang pemuda bertanya kepadanya.

Ustadz, sebelum sholat subuh, lebih utama untuk sholat tahiyatal masjid terlebih dahulu atau sholat rawatib qabliyah?

Jawaban dari ustadz, yaitu.

Tidak ada mana yang lebih utama. Cobalah saja kamu datang 5 menit lebih awal ke masjid.

Mendengar paparan di atas saya langsung tertegun sejenak. Waduh, apa kabar ya rencana perjalanan hidup saya selama ini? Masih banyak banget hal-hal yang harus saya evaluasi dan perbaikan diri.
Mungkin itu sedikit ringkasan dari saya, semoga bermanfaat.

→ 67 readers

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén