Profesionalitas dan Produktivitas dalam Beribadah

Khotbah jumat kemarin saya catat lagi karena membahas tentang 2 hal, yaitu menyangkut kata profesional dan produktif.
Ibarat kata, hidup kita ini bisa digambarkan sebagai sebuah perjalanan panjang yang tujuan akhirnya kita sudah pasti, yaitu akhirat. Oleh karena itu, dalam perjalanan ini pula kita harus tau benar dan bisa menyusun rencana perjalanannya. Dalam sebuah perjalanan kita juga harus tau apa saja yang harus kita lakukan, akan singgah di mana saja kita, apa yang harus kita bawa dan yang paling penting kita haruslah tau ada di posisi mana kita sekarang. Selain itu juga harus direncanakan pula strategi untuk melewati setiap tempat agar nantinya kita bisa sampai di tujuan dengan selamat dan bisa memberikan cerita yang indah. Berkaitan dengan strategi inilah dimana kita dituntut agar bisa menerapkan prinsip profesional dan produktif dalam beribadah (karena perjalanan hidup ga akan lepas dari ibadah). Jika kita bekerja untuk mencari nafkah saja bisa profesional dan produktif, lalu bagaimana dengan beribadah?

Dalam khotbah kemarin juga dicontohkan sebuah kasus yang pernah dialami khotib secara langsung, yaitu ketika seorang pemuda bertanya kepadanya.

Ustadz, sebelum sholat subuh, lebih utama untuk sholat tahiyatal masjid terlebih dahulu atau sholat rawatib qabliyah?

Jawaban dari ustadz, yaitu.

Tidak ada mana yang lebih utama. Cobalah saja kamu datang 5 menit lebih awal ke masjid.

Mendengar paparan di atas saya langsung tertegun sejenak. Waduh, apa kabar ya rencana perjalanan hidup saya selama ini? Masih banyak banget hal-hal yang harus saya evaluasi dan perbaikan diri.
Mungkin itu sedikit ringkasan dari saya, semoga bermanfaat.

๏ 60 readers

Leave a Reply