Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Giggle Box Cafe and Resto

Arif Setiawan, May 1, 2012March 25, 2026

Sekitar pertengahan bulan April kemarin, mbak Tia berkunjung ke Bandung dalam rangka siap² daftar S2 Ilmu Komputer di UGM. Mau ke Pak Suyanto sama Pak Deni buat minta surat rekomendasi.

Berhubung sudah lama banget ga ketemu, jadi we pengen ngumpul sambil kuliner. Yang jelas, mau ngumpulnya pas malem minggu, dan sudah dipastikan jalanan Bandung macet, dan kita (Saya, Whe, Kak Said, Mbak Tia) belum punya tujuan yang jelas. Pokoknya asal jalan dulu, tadinya mau ke Javan Steak yang di jalan Sulanjana, tapi setelah dipikir-pikir bakal terlalu jauh, akhirnya  kita merapat ke Jalan Progo di dekat Jonas Photo, nah disitulah kita memutuskan untuk berhenti di Giggle Box Cafe, sebenernya mau ke Tokyo Connection, tapi udah pernah dan kebetulan belum pernah ke Giggle Box juga. Cafe ini lokasinya di Jl. Progo No. 33, berseberangan dengan Kopi Progo.

Giggle Box

Setelah mendapatkan tempat untuk berempat, barulah kita memulai memesan makanan sambil mulai ngobrol ngalor-ngidul, ya cuma ngobrol ngalor-ngidul, hehe. Enggak dink, kita mah ngobrolin banyak, mulai dari pengalaman kerjaan, sekolah, sampai soal asmara, wkwk.

Saya memesan Beef Brisket Snitchzel + Saus Mushroom dan seperti biasa Ice Capuccino, Whe memesan Chicken Brisket Snitchzel + Saus Mushroom, Kak Said memesan Fried Rice (Nasi Goreng, wkwk) dan Mbak Tia memesan Beef Snitchzel + Blackpepper (klo ga salah).

Untuk range harga makanannya sekitar Rp 14.000 – Rp 30.000, untuk minumannya juga hampir sama harganya. Yang jelas recommended, tapi menu yang tanpa brisket menurut saya.

Setelah merasa agak diusir secara halus dan sudah larut malam juga, akhirnya kami memutuskan untuk meninggalkan cafe dan pulang. Malam itu ditraktir mbak Tia, tengkyu :D. Dan tanpa pikir panjang kami merencanakan mau kuliner lagi di malam berikutnya, karena mbak Tia masih ada di Bandung. Hehe.

Mungkin itu dulu sharing pengalaman ke Giggle Box-nya :).

36 readers

Related

Culinary BandungBeef Brisket SnitchzelBeef SnitchzelChicken Brisket SnitchzelDeni SaepudinGiggle BoxNasi GorengSuyantoUGM

Post navigation

Previous post
Next post

Comments (4)

  1. whegreen says:
    May 1, 2012 at 9:28 pm

    Reblogged this on green, the one and only . . . and commented:
    senangnya punya temen blogger 🙂

    Reply
  2. Pingback: Tokyo Connection Jilid 2 « a train of thought
  3. Pingback: Tokyo Connection Jilid 2 | a train of thought
  4. Universitas Telkom says:
    May 26, 2025 at 3:45 pm

    What makes the interior design of Giggle Box Café and Resto unique compared to other cafés in Bandung?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • Mie Ayam Plombokan Magelang
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Pantai Pandawa Bali
  • Tilu Bumi Nature Camp Pangalengan Bandung
  • Sate dan Tongseng Pak Kurdi Sejak 1978
  • Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan Solo Sejak 1983
  • Game Development Life Cycle
  • Open Writing Project : Nol Kilometer
  • Berkunjung ke Panti Asuhan Al Fitroh

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...