Undur-Undur Laut

Masih dari cerita liburan tahun baru.
Salah satu hal yang khas di keluarga saya jika hari libur adalah piknik ke pantai. Ngumpul dulu di simbah kemudian tinggal jalan kaki ke pantainya, karena memang simbah tinggalnya di pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo.
Pantai yang dikunjungi bukanlah pantai yang sudah terkenal, tapi pantai yang tak bernama, ibarat pantai pribadi jadinya, haha.
Di pantai yang seperti ini biasanya tidak ada apa-apa, paling cuma ladang semangka atau jagung sama beberapa orang mancing di laut. Tapi beberapa tahun terakhir ini sudah mulai dimanfaatkan sebagai tambak udang dan peternakan ayam.

Ladang Semangka
Tambak Udang
Satu hal yang khas lagi adalah kita ga cuma sekedar berkunjung ke pantai trus main air, tapi sambil nyari yang namanya Undur-Undur Laut. Salah satu spesies yang hidup di pesisir pantai pasir hitam. Hewan ini masih berkerabat dengan udang, kepiting, lobster, dan teritip. Bisa dimasak buat lauk atau cemilan (bisa digoreng langsung atau digoreng dalam bentuk peyek), rasanya gurih. Konon katanya hewan ini mengandung gizi yang bermanfaat untuk mengurangi depresi, haha.
Cara nyarinya gimana?
Gampang banget, bagi yang sudah ahli dan sejak lahir hidup di pesisir pantai kayak om saya, haha.
Amati saja garis pantai saat ombak datang dan pergi, dari sana akan terlihat gerakan di antara pasir-pasir atau gundukan kecil mirip dengan batu-batu hitam. Selanjutnya yang harus lakukan adalah mengingat-ingat dimana gerakan tersebut dan segera memburunya dengan tangan kosong tentunya (seperti menggali lubang). Biasanya undur-undur akan berada tak jauh dari tempat semula. Oiya, waktu terbaik untuk mencari undur-undur ini adalah disaat pagi hari setelah sunrise atau senja sebelum sunset.
Biasanya satu keluarga kami dibagi menjadi beberapa bagian, yang cowok-cowok berburu undur-undur ini, ibu-ibu bagian nangkep dan masukin ke plastik dan anak-anak kecilnya mainan pasir.
Biasanya kami berhenti mencari undur-undur setelah dapat satu plastik besar. Itu cukup buat lauk makan satu keluarga besar dan udah jadi cemilan malam sambil ngopi, heheu.
Undur Laut Goreng
Ya begitulah salah satu hal yang selalu saya rindukan jika mudik ke rumah, hehe.
Gimana dengan keluarga kalian? Ada kebiasaaan nyentrik juga ga?
@ariffsetiawan

๏ 2544 readers

8 thoughts on “Undur-Undur Laut”

  1. wah baru tau ada yg namanya undur2 laut, itu bukannya kumang ya?di foto ga jelas bonk bentuknya kaya giman, coba di zoom kek.
    btw, kali2 boleh nih mampir di tempatnya simbah, seru kayaknya 😀

  2. Wah itu rasanya enak gurih seperti udang, itu saudaranya udang lobster; saya menyebutnya ” UDANG CEBOL ” ha ha ha ha……………………

  3. Menurut posting mbak Esky Purba Septina , Emerita sp. mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Dalam setiap 100 g (berat kering) undur-undur laut mengandung mineral Besi (Fe) sebesar 2,44 mg dan Tembaga (Cu) sebesar 0,348 mg. disamping protein (30-40 % berat bahan), lemak serta mineral lain. Sebagai hewan yang termasuk crustacea, undur-undur laut diduga merupakan penghasil khitin yang cukup besar. Disamping itu, undur-undur laut diduga mengandung asam lemak omega-3 yang cukup tinggi sekitar 0,29-0,32 %. Yang seperti kita tahu,omega-3 berguna untuk pertumbuhan otak.

  4. Gimana kang menurut anda, apakah boleh saya mempopulerkan undur undur laur ” SI UDANG CEBOL ” dipasarkan di kota kota , agar para konsumen dalam kota tidak usah datang kepantai selatan untuk mendapatkan undur undur laut. mengingat kandungan gizinya yang cukup tinggi, bisa dijadikan sumber gizi alternatif keluarga/ sedulur sedulur saya yang dikota kota, ha ha ha ha……………………

Leave a Reply