New Yogyakarta International Airport

Yogyakarta International Airport adalah bandara baru Jogja yang berada di daerah Kulon Progo dan merupakan bandara yang sedikit spesial bagi saya.

Selain dari status bandara ini yang merupakan bandara terakhir yang saya kunjungi sebelum pandemi COVID-19 mulai menyerang Indonesia, lokasi bandara ini lah yang menjadikannya istimewa.

Ya, dengan lokasi yang berada di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, bandara ini terletak sangat dekat dengan kampung kelahiran saya. Cuma selisih beberapa desa, yang jika ditempuh dengan sepeda motor sekitar 15 menit saja. Meskipun sudah berbeda provinsi. Kecamatan Temon merupakan kecamatan paling ujung dari Jogja di sebelah barat, sedangkan Kecamatan Bagelen paling timur dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Lokasi ini pun sangat berdekatan dengan lokasi wisata mangrove, yang langsung bisa terlihat ketika pesawat landing atau pun take off.

Yogyakarta International Airport
Yogyakarta International Airport

Kawasan bandara ini membentang dari Pantai Glagah hingga Pantai Congot, yang mana dua pantai ini adalah tempat bermain saya waktu kecil. Sama sekali tidak menyangka jika daerah ini akan tersentuh pembangunan modern seperti bandara kereta bahkan nanti mungkin akan ada KRL juga. Daerah yang dulunya jalan aspalnya saja cuma seadanya kini mulai bergeliat. Istimewa.

Beberapa fakta unik dari Yogyakarta International Airport yang bisa dibilang sangat level up dari bandara Yogyakarta sebelumya Adisutjipto, antara lain :

  1. Pengerjaan yang sangat cepat. Bandara ini hanya dikerjakan kurang dari 2 tahun. Mulai dikerjakan dari Agustus 2019 di bandara ini sudah dilakukan ujicoba penerbangan pada bulan Maret 2020.
  2. Terdapat underpass terpanjang di Indonesia. Jalan bawah tanah sepanjang 1,4 km di bawah bandara YIA terhubung dengan jalan lintas selatan yang dikenal dengan Jalan Daendels yang menghubungkan Yogyakarta hingga Cilacap yang membentang di pinggir pantai selatan Jawa.
  3. Luasnya 13 kali lipat dari bandara Adisutjipto. Bandara ini diproyeksikan bisa melayani jumlah penumpang hingga 20 juta penumpang per tahunnya, dengan tahap awal sekarang di angka 9 juta penumpang terlebih dahulu.
  4. Landasan pacu yang lebih panjang. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3250 meter, sehingga jenis pesawat besar seperti Airbus A380 dan Boeing 777 bisa mendarat di sini. Yang terbaru adalah pesawat Antonov AN124-100 yang merupakan pesawat kargo kedua terbesar di dunia buatan Ukraina yang memiliki kapasitas muatan hingga 150 ton sudah berhasil mendarat dan lepas landas dari YIA.
  5. Terdapat jalan layang ke bandara yang terhubung dengan jalan nasional antara Yogyakarta – Purworejo. Jalan layang ini dibuat untuk menghindari penumpukan kendaraan hingga ke jalan raya antar provinsi di depan kawasan bandara.
  6. Sistem drainase yang bagus dan mempertimbangkan adanya tsunami. Karena lokasinya sangat dekat dengan pantai, bandara ini sudah didesain sedemikian rupa untuk mengatasi jika terjadi tsunami dari Samudera Hindia.

Tidak salah lagi jika bandara ini akan menjadi hub baru di Indonesia, apalagi jika sudah didukung dengan ekosistem yang terintegrasi seperti jalur kereta api dan pelabuhan di sekitar Pantai Glagah nantinya.

Saya berkesempatan ke sini ketika masih setengah jadi, sehingga belum bisa merasakan versi full versionnya. Itu pun sudah bisa merasakan ruang tunggu yang sangat nyaman. Untuk yang versi full teman-teman bisa cari sendiri ya, sudah banyak sekali referensi di internet yang sudah mendokumentasikannya dengan baik.

Salah satu pengalaman yang unik lagi adalah ketika take off dari bandara ini pesawat akan menuju ke Samudera Hindia terlebih dahulu kemudian baru berbelok ke arah tujuan, di situlah kita bisa melihat betapa luasnya laut selatan yang warnanya sangat biru tua, melihatnya saja sudah merinding sendiri, ga kebayang ada makhluk apa saja yang menghuni di sana, wkwk.

YIA - HLP
YIA – HLP

Sudah kangen terbang lagi!

Semoga pandemi segera berakhir.


→ 31 readers

Related Posts

Arif Setiawan

📝 blogger ⚡software engineer — working remotely

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *