Perang Dokumen Capres dan Cawapres

 

Mungkin beberapa bulan terakhir hingga bulan Juli nanti masyarakat Indonesia baik secara online maupun offline bakal dijejali dengan informasi politik, setiap hari. Iya, setiap saat dari semua kalangan. Lingkungan keluarga, tempat kerja maupun teman-teman kita. Baik yang menunjukkan dukungan terhadap calon tertentu, menunjukkan sindiran, cacian kritik terhadap calon tertentu maupun yang bersifat netral (ada ga ya? haha ).
Nah, hari ini saya menemukan sesuatu yang menarik.

Beberapa teman di media sosial saling `share` soal dokumen visi dan misi atau program kerja dari masing-masing calon presiden dan wakil presiden yang mungkin mereka dukung.
Contohnya, pagi ini saya lihat ada yang share soal program kerja Prabowo-Hatta yang besar filenya sekitar 1,1 MB trus siang harinya saya lihat ada yang share soal program kerja Jokowi-JK yang besar filenya sekitar 3,9 MB.
Nah, setelah saya mencari informasi, ternyata dokumen-dokumen itu nantinya memang dipublikasikan di website nya KPU, di halaman ini. Monggo bagi yang ada waktu untuk membacanya secara detail.
Tapi melihat hal kayak gini jujur saja bikin jadi agak lucu, menurut saya. Sekarang kan udah trennya orang-orang Indonesia cuma baca judulnya aja dan belum beres baca isinya trus langsung dishare sambil ditambahin bumbu-bumbu sendiri. Ya, semoga saja ga banyak yang begitu lagi.
Tapi gara-gara melihat halaman webnya KPU tadi saya jadi nyadar kalau tampilan webnya udah berubah. Better lah dari beberapa bulan yang lalu pas saya ikutan hackathon API Pemilu. Masih pake Joomla dan faviconnya masih default, heheu. Padahal mesti biaya pengadaan webnya mahal :(.
Intinya pengen share soal halaman dokumen itu tadi si. Semoga bermanfaat.
@ariffsetiawan

๏ 79 readers

Tentang Pemilu dan Iklan Partai, Jaman Sudah Berubah Bung!

Pagi ini saya lihat satu video tentang Pemilu di Indonesia dari CameoProject ini.

Tapi emang bener banget si, gimana ga lebih menarik jadi golput kalau sistemnya masih sama terus dari tiap periodenya. Dengan kondisi rakyat Indonesia yang sebagian besar orang yang berpindah domisili. Mungkin soal memilih partai saja tidak begitu masalah karena sudah lumayan bisa dilihat track record nya, tapi soal memilih calon legislatif, pye iku? Random?

Selain itu, saya lihat di Twitter juga soal iklan partai dari akunnya @revolutia, malah bikin ketawa :)).

Kalau iklan partainya aja kayak gitu, gimana cara buat promosi kadernya? Masih sama aja nempel poster di pohon dengan gambar no urut dan paku? hehe.

Mungkin sistem pemilihan dengan tiap orang berhak atas satu suara ini masih kurang efektif dan gampang dimanipulasi di Indonesia ini.

Misalnya ni, saya kan udah berpindah domisili dari desa ke kota. Coba aja tanya keluarga kita yang di desa sana, gimana mereka memilih caleg untuk daerah sana? Sebagian besar pasti masih berpikiran seperti sopirnya mas @sarlitosarwono ini.

Gimana menurutmu? Punya usulan yang lebih oke soal sistem Pemilu di Indonesia?

Harusnya si dengan kemajuan teknologi saat ini bisa mulai diawali perubahan sistm itu.

@ariffsetiawan

 

๏ 99 readers

Kumpulan Meme Jokowi Nyalon Presiden

Dunia Twitter menjadi gempar setelah akun @PDI_Perjuangan secara resmi mengumumkan bahwa Pak Jokowi benar-benar dicalonkan menjadi Calon Presiden di Pemilu 2014 ini. Tentunya ada banyak sekali reaksi dari pengguna.

Ini beberapa reaksi yang bisa saya kumpulkan, kebanyakan berupa meme dari kejadian ini 😀

 

Ada yg mau nambain? :))

๏ 327 readers