Bandung Belum Bisa Juara, Jika…

Pengendara motornya masih kayak begini.

Foto ini saya ambil di perempatan Soekarno-Hatta Buah Batu, Bandung. Nah, hal seperti ini sudah bukan hal yang langka lagi di Kota Bandung ini. Mungkin yang sudah pernah tinggal di Kota Kembang untuk beberapa waktu pasti tidak asing dengan pemandangan seperti ini. Tidak hanya di satu, dua titik, tapi banyak sekali. Mungkin hampir di setiap sudut kota.

Pengendara di sini itu seperti bisa meramal berapa selang waktu dari merah ke hijau. Tapi tidak diimbangi dengan etika ketertiban berlalu lintas. Padahal sudah jelas-jelas sudah ada garis putih penanda batas berhenti kendaraan, bahkan sekarang sudah ada cat merah, pemisah antara tempat berhenti kendaraan roda dua dan selebihnya. Ada lagi yang sering nyelonong maju duluan padahal belum lampu hijau, dan di perempatan di foto di atas itu juga sering motor yang maju nyelonong padahal dari arah sebaliknya masih ada kendaraan yang melaju dengan riting kanan menyala. Untung yang nyopir manusia, kalau bukan? Ga peduli dan bakal ditabraklah itu. Padahal sering ada polisi juga di situ, tapi ga gitu ngaruh.

Apa mereka seburu-buru itu untuk menuju ke tempat tujuan? Entahlah.

Kalau saya pribadi, selalu menahan diri untuk berhenti di belakang atau pas di garis putih itu. Bukannya apa-apa, cuma pengen tertib aja si. Kalau sama-sama tertib kan enak, sama-sama selamat.

Beberapa bulan yang lalu, ketika teman saya yang biasanya hidup di Jogja dan mampir ke Bandung, seketika langsung saya pamerin kalau orang naik motor di sini itu pinter-pinter. Banyak yang bisa nebak kapan lampu bakal ganti, atau kalau enggak ya nganggep lampu merah itu artinya sebagai keberanian, haha.

Dia langsung takjub dong, karena biasanya di Jogja sebagian besar masih tertib, setidaknya berhenti di belakang garis putih.

Tapi serius, di daerah Jogja atau Jawa Tengah mah pengemudinya masih lumayan tertib, banget. Sudah saya buktikan sendiri setelah beberapa kali ke Jogja naik motor. Contohnya ini.

Ruang tunggu sepeda di Jogja

Foto yang saya ambil langsung ketika main ke Jogja sekitar bulan Januari kemarin. Bahkan di sana sudah ada yang namanya Ruang Tunggu Sepeda. Dan motor berhenti di belakang garis putih. That’s it.

Mungkin segitu dulu unek-unek sederhana dari saya soal Kota Bandung. Semoga bisa lebih tertib dan lebih baik lagi menuju Bandung Juara.
@ariffsetiawan

๏ 112 readers

Leave a Reply