Mungkin dari dulu (banget) sebelum ada fenomena Padang Jawa di sekitar kampus Universitas Telkom, sudah ada satu fenomena sendiri di salah satu tempat makan yang lokasinya di PGA. Mungkin emang kurang populer bagi yang kosannya di daerah Sukabirus atau Sukapura, tapi kalau yang kosannya di PGA trus ga tau warung ini, ya agak kebangetan, hih.

Namanya Warung Bu Wardo. Iya nama sesuai dengan yang ada di kaca jendelanya, bahkan sampai detik ini saya ga tau nama asli ibunya, serius. Mau nanya tapi sungkan, hehe.
Bu Wardo ini adalah kakak pertamanya Bu Fatimah (yang sekarang terkenal dengan masakan balinya itu) lho. Jadi dulu Bu Fatimah itu tinggal bareng juga di sini sebelum buka warung sendiri.
Bentuknya cuma warung nasi rames biasa si, tapi istimewa lho. Soalnya punya ciri khas banget. Ibunya selalu jual menu yang sama dari hari ke hari, sedikit beda kalo weekend.
Menunya selalu berulang dari Gudeg, Sayur Kangkung, Ayam (Goreng, Betutu), Ikan (Bandeng, Deles, Tongkol), Telur (Dadar, Ceplok), Tempe (Goreng, Bacem), Tahu Goreng, Perkedel Kentang, Ati Ampela (Goreng, Bumbu), Sate Usus, Rawon, Soto, Pecel.
Udah, itu sampai apal saya :))
Trus apalagi?
Murahe puoooll. Asli. Di saat warung-warung lain ikut inflasi dan naikin harga, ini ibunya masih aja segitu harganya. Saya jarang banget makan di sini lebih dari Rp 10.000, padahal udah pake lauk ikan/ayam tambah tahu/tempe kombinasi krupuk/pisang.
Tadi malem aja saya sahur pake Nasi + Ayam Betutu + Gudeg + Kerupuk 2 cuma Rp 9.000.
Tapi ada sistem kurs tersendiri soal harga makanan di sini, heheu. Anak kosan saya (Putra Bangsa) sering menyebut jadi Warung Dolar (Wardo). Kenapa? Karena harganya kadang bisa berubah sewaktu-waktu seingat ibunya, anak kosan saya udah apal banget dan maklum, soalnya ya udah lumayan sepuh, hehe.
Nah, mungkin karena murah + masakan khas jawa (kebanyakan manis) nya ini jadi langganan wajib. Bahkan saya pernah lihat sendiri ada alumni angkatan tahun jebot yang udah lamaaa banget ga ke daerah sekitar kampus menyempatkan ke sini buat makan (doang).
Selama 4 dari 7 tahun terakhir hidup di Bandung, mungkin bisa dibilang 3 dari 7 hari saya makan di sini, heheu.
Doa terbaik dari saya buat Bu Wardo, semoga tetep sehat dan lancar jualannya. Ibu adalah salah satu penolong para mahasiswa yang hidupnya pas-pasan dan masih ingin merasakan makan enak dengan harga di bawah Rp 10.000.
@ariffsetiawan

๏ 138 readers

4 Replies to “Bu Wardo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *