Pendakian Gunung Talang 2597 MDPL

Setelah sekian lama tidak mendaki gunung, akhirnya bisa merasakannya lagi. Emang bener si, semakin bertambah usia ternyata kegiatan seperti ini semakin susah untuk dilakukan. Kalau ga bener-bener hobi dan ada teman yang pas memang jadi agak susah.

Terakhir saya mendaki gunung itu cuma ke Gunung Galunggung yang ada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Itu pun udah ada tangganya, ga yang gunung banget.

Nah, pada pertengahan tahun 2018 lalu akhirnya saya bisa naik gunung lagi dan istimewanya ini adalah pendakian gunung pertama saya di luar Pulau Jawa, yaitu di Pulau Sumatera khususnya Sumatera Barat.

Tentang Gunung Talang

Gunung Talang 2.597 MDPL

Gunung Talang merupakan salah satu dari 6 gunung berapi aktif yang ada di Sumatera Barat, tepatnya ada di Kabupaten Solok. Gunung yang bertipe stratovolcano ini masih aktif dan sudah pernah meletus berkali-kali sejak tahun 1833 sampai dengan tahun 2007 lalu.

Lokasinya sekitar 9 km dari Kota Arosuka ibukota Kabupaten Solok, dan sekitar 40 km sebelah timur Kota Padang.

Untuk jalur pendakiannya sendiri gunung ini terkenal memiliki jalur pendakian yang cukup menantang, walaupun dari sisi ketinggian tidaklah terlalu tinggi.

Jalur Pendakian

Untuk menuju ke Gunung Talang ini, saya dan teman-teman berangkat dari Kota Padang menggunakan mobil pribadi, jadi kurang paham bagaimana menuju ke sini jika menggunakan kendaraan umum. Melalui jalan raya antara Padang – Solok hingga ke Solok bagian selatan sekitar 10 km ke daerah yang namanya Air Batumbuk.

Jalur Air Batumbuk merupakan jalur yang paling populer dan lebih ramah daripada jalur yang lain.

Basecampnya mudah ditemukan, selalu ada penjaga dan bisa parkir kendaraan baik motor atau mobil di sekitar basecamp.

Setelah melakukan proses registrasi pendakian, tak lama pun kami langsung melanjutkan perjalanan.

Bergeser sedikit dari basecamp, kami pun langsung dimanjakan dengan pemandangan yang apik dan sangat menyegarkan bagi mata, mirip seperti wallpaper windows. Area pertama yang kami lewati ini adalah gugusan kebun teh yang sangat luas.

Setelah melewati area kebun teh, kami pun sampai di pos pertama. Di sini terdapat beberapa warung makan dan tempat ibadah yang sangat memadai. Dan yang penting lagi terdapat aliran air bersih yang tak pernah berhenti dan sangat menyegarkan.

Setelah makan nasi padang yang dibeli di jalan Padang – Solok dan ngopi-ngopi sebentar kami pun melanjutkan perjalanan.

Dan benar seperti dikatakan orang-orang, tak lama dari pos pertama kami sudah dihadapkan dengan jalur pendakian yang menantang, jauh dari kata landai dan sudah pasti licin jika hujan turun. Untungnya kami mendaki ke sini dengan teman yang sudah beberapa kali berkunjung ke gunung ini, jadi sudah tau jalurnya, tidak khawatir akan tersesat.

Tanda Asmaul Husna Gunung Talang

Salah satu yang menarik perhatian dan berbeda dari gunung-gunung yang lain adalah adanya tanda asmaul husna di sepanjang jalur pendakian. Dari basecamp hingga puncak terdapat 99 tanda. Ini bisa digunakan sebagai patokan sampai sejauh mana kita sudah mendaki.

Salah satu daya tarik dari di sini adalah adanya pemandangan 3 danau di tengah jalur pendakian, yaitu Danau Ateh/Danau di Atas, Danau Sileh/Danau di Bawah, dan Danau Talang. Namun, jika mau bagus cuacanya harus cerah. Nah, pas saya di sana kemarin tidak terlalu kelihatan karena sudah mulai musim hujan.

Area yang populer untuk perkemahan di sini namanya Cadas. Areanya sangat luas bisa menampung hingga ratusan tenda. Selain itu juga ada aliran air bersih musiman. Cocok sekali untuk beristirahat sambil mengagumi kemegahan gunung setelah menempuh pendakian yang panjang dan melelahkan. Tapi harap berhati-hati karena masih banyak babi hutan berkeliaran di sini yang tak ragu untuk mengelilingi tenda kalian, hahaha.

Sampai di area ini, kami langsung mendirikan tenda, bersiap untuk masak-masak guna makan malam dan istirahat persiapan untuk mendaki ke puncak nanti ketika dini hari.

Jalur menuju puncak ternyata lebih menantang lagi. Selain jalurnya yang agak susah dicari ketika dini hari, jalurnya pun sangat terjal, didominasi tanah, lumpur dan batu kerikil. Harus hati-hati sekali untuk melewatinya. Tak jarang saya pun terpeleset dan harus berhenti sebentar untuk menjaga agar tidak jatuh ke jurang.

Jalurnya khas gunung berapi, terdapat beberapa pohon cantigi yang sempat mati akibat letusan gunung dan sudah mulai tumbuh kembali.

Daya tarik lain di gunung ini adalah adanya hutan mati yang merupakan sebuah hutan dengan sisa-sisa pepohonan yang mati. Pohon-pohon tersebut masih berdiri di atas tanah, tetapi tak lagi tumbuh karena telah hangus saat letusan. Jika beruntung dari sini kita bisa melihat Gunung Kerinci, Gunung Marapi, Gunung Sago, Gunung Singgalang, Gunung Tandikek, dan Bukit Barisan.

Setelah melewati hutan mati, kami masih harus melewati jalur Jembatan Shiratal Mustaqim. Jembatan ini adalah jalan kecil dengan jurang di sebelah kanannya. Saat berada di sekitar jembatan ini, kamu akan mendengar desis dari punggung gunung yang menyemburkan asap belerang. 

Karena cuaca kurang mendukung dan semakin buruk, kami memutuskan untuk berhenti mendaki ke area belerang ini. Tidak sampai ke tanda puncaknya karena jarak pandang pun sudah sangat terbatas. Matahari terbit pun sudah pasti tidak bisa terlihat.


Setelah turun dari hutan mati ke cadas, kami pun sarapan sekadarnya dan bersiap berkemas untuk turun gunung. Jalur turun gunung lebih licin dari ketika mendaki karena sebelumnya hujan. Namun, kami tetap semangat karena nasi goreng, gorengan dan teh hangat dari warung pos pertama sudah menanti, wkwk.

Setelah membersihkan lumpur dari sebagian badan dan energi sudah lumayan terisi kembali, kami masih harus melanjutkan perjalanan dari pos pertama ke basecamp. Lapor jika kami sudah selesai dan kembali menuju ke Kota Padang.


Sambil menuju ke Padang, kami sempat untuk mampir rumah makan yang enak dan sangat ramai dan menyempatkan untuk berendam air panas di Pemandian Aia Angek Bukik Gadang.

Pemandian Aia Angek Bukik Gadang

Bentuknya sangat sederhana yang tentunya sangat murah dan bersama dengan warga lokal. Tapi rasanya nikmat sekali untuk melepas lelah setelah mendaki gunung, hahaha. Mantap!


Demikian liputan perjalanan singkat ke Gunung Talang. Dapat menjadi alternatif weekend escape bagi kalian yang suka tantangan.


๏ 173 readers

Leave a Reply