Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Pasar Tradisional Ubud Bali

Arif Setiawan, November 2, 2016June 29, 2017

Tak lengkap rasanya jika sudah ada di Ubud tapi tidak menyempatkan mampir ke pasar tradisionalnya. Ya, Pasar Tradisional Ubud Bali diklaim sebagai pasar tradisional terbaik di Bali.

Pasar Tradisional Ubud
Pasar Tradisional Ubud

Pasar ini terletak di pusat wilayah Ubud, tepatnya di Jalan Raya Ubud, Gianyar, Bali. Lokasinya sangat strategis, tepat di depan Istana Raja Ubud yang bernama Puri Saren Ubud. 

Selain itu tiap sudutnya juga menyajikan nuansa yang artsy khas Bali.

Pasar ini sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara, salah satunya juga karena pasar ini merupakan salah satu lokasi dari film Eat Pray Love yang dibintangi oleh Julia Roberts. (nyesel dulu ga remake adegan film ini di sana, hahaha)

Suasana Pasar Ubud di sore hari
Suasana Pasar Ubud di sore hari

Barang-barang yang dijual di pasar ini sangatlah beragam, mulai dari kebutuhan sehari-hari (sembako) hingga barang-barang seni dan kerajinan khas Bali dengan kualitas yang bagus dan harganya masih terjangkau. Masih bisa ditawar karena katanya diambil langsung dari pengrajin Bali.

Mulai dari baju, sendal, sarung pantai, tas, tikar, lukisan, patung, cermin unik sampai gantungan kunci dan barang-barang lain yang khas Bali tentunya. Memang tidak terlalu jauh beda dari pasar senin tradisional lainnya, mungkin masalah harganya yang cukup bisa bersaing.

Sudut Pasar Ubud
Sudut Pasar Ubud
Barang-barang jualan di Pasar Ubud
Barang-barang jualan di Pasar Ubud
Jalanan di sekitar Pasar Ubud
Jalanan di sekitar Pasar Ubud

Ternyata jam buka dari pasar yang sembako dan pasar seni berbeda. Jika pasar yang biasa hanya sampai siang hari, pasar seni masih buka hingga sore hari menjelang malam.

Dan konon waktu paling bagus untuk berbelanja di pasar tradisional di Ubud adalah di pagi hari, karena ada kepercayaan orang Bali untuk memperlancar jualan selama satu hari, harus berhasil menjual barang dagangan di pagi hari. Walaupun untungnya tipis. Kepercayaan orang Bali dalam berdagang ini dikenal dengan istilah Pegarus Dagangan. (bener ga ya ini? tolong diklarifikasi ya bagi orang Bali yang baca, hehe)

Sayangnya kami baru sempat berkunjung ke pasar ini di sore hari. Dan ga terlalu hunting barang-barang banget si, cuma mengobati rasa penasaran aja.

Wisatawan Lokal, lol
Wisatawan Lokal, lol

Worth to visit lah kalau lagi di Ubud. Siapa tau bisa nemu barang-barang lucu dengan harga yang sangat terjangkau.

Related

Indonesia Travel BaliEat Pray LoveGianyarJulia RobertsPasarPasar UbudUbudUbud Market

Post navigation

Previous post
Next post

Comments (2)

  1. Pingback: Tempat Wisata di Bali Yang Sudah Populer Sampai ke Luar Negeri — Arif Setiawan
  2. Pingback: Bukit Campuhan Ubud — Arif Setiawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Game Development Life Cycle
  • Sate Kerang Rahmat Medan Sejak 1957
  • Enam Tempat Wisata Unik di Surabaya
  • Ayam Goreng Bu Tini Sejak 1967
  • Subtitle Editor
  • Rectoverso
  • Bandung Setelah Peringatan KAA
  • Hackatron Asia Singapore 2014
  • Toko Roti Moro Seneng Muntilan Sejak 1967
  • Pondok Lesehan Kampoeng Sawah Temanggung

Recent Posts

  • Sego Lodeh Iwak Kalen Wates Kulon Progo
  • Sop Empal Pringgading Magelang
  • Sop Empal Bu Ngalim Muntilan Sejak 1929
  • Sigandul View Temanggung, Destinasi dengan Pemandangan Gunung Sumbing dan Sindoro
  • Watu Putih Borobudur: Destinasi Wisata di Kaki Perbukitan Menoreh

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Sigandul View Temanggung, Destinasi dengan Pemandangan Gunung Sumbing dan SindoroJuly 24, 2026
  • Watu Putih Borobudur: Destinasi Wisata di Kaki Perbukitan MenorehJune 16, 2026
  • Festival Balon Udara di Alun-Alun MagelangMay 28, 2026
  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026

Culinary

  • Sego Lodeh Iwak Kalen Wates Kulon ProgoAugust 5, 2026
  • Sop Empal Pringgading MagelangJuly 29, 2026
  • Sop Empal Bu Ngalim Muntilan Sejak 1929July 25, 2026
  • DWanu Borobudur, Steak House Dekat Candi Borobudur dengan Spot Foto MenarikMay 30, 2026
  • Bebek Suwarni Prambanan Sejak 1953May 26, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes

Loading Comments...