Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Tengkleng Bu Pon Solo

Arif Setiawan, May 4, 2019April 25, 2020

Tengkleng kini merupakan salah satu ikon kuliner dari Kota Solo. Salah satu yang saya temukan adalah Tengkleng Bu Pon. Meskipun begitu, makanan ini ternyata tidak semudah itu untuk didapatkan. Pengalaman saya sendiri mencari tempat untuk menikmati tengkleng harus sampai berpindah ke 3 lokasi sendiri. Karena sudah pada habis. Luar biasa, udah kayak flash sale aja ini nyari tengkleng.

Tengkleng adalah olahan daging kambing  dengan bahan utama jeroan kambing dan tulang-tulang serta iga kambing. Berbeda dengan gulai, tengkleng kuahnya tidak terlalu kental, di tengah-tengah antara sup kambing dan gulai kambing.

Dahulu, daging kambing hanya dinikmati oleh kaum bangsawan, pejabat Belanda atau priyayi di istana. Bagi kaum biasa, menyantap daging kambing merupakan hal yang mewah. Rakyat biasa hanya mampu membeli bagian tulang atau jeroan yang tidak digemari para priyayi.

Kemampuan memasak yang dimiliki masyarakat Jawa khususnya Solo, membuat tulang (yang tentunya masih menempel sedikit daging) atau jeroan kambing tersebut menjadi santapan yang tak kalah nikmat dengan olahan daging kambing yang biasa disantap kaum bangsawan.

Kini tengkleng bukan lagi makanan murah. Tengkleng telah naik kelas menjadi makanan mewah yang diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke kota Solo.

Tengkleng Bu Pon

Warung Tengkleng Bu Pon

Salah satu warung tengkleng favorit di Kota Solo adalah Tengkleng Bu Pon ini. Meskipun ini bukan prioritas pertama saya saat itu karena yang lain sudah habis, tetapi masih tetap salah satu yang terbaik.

Warungnya berada di pinggir jalan dan dekat sungai, tidak terlalu besar, tetapi jangan salah, ternyata tidak pernah sepi pengunjung.

Tengkleng Bu Pon yang selalu ramai

Sampai di sana saya dan keluarga saya langsung tidak sabar untuk memesan dan menyantap hidangan khas Kota Solo sejak abad ke-19 ini.

Tengkleng Bu Pon

Yang sangat khas dari Tengkleng Bu Pon adalah rasa gurih dari kuahnya yang cukup kuat, serta terdapat cabai rawit utuh di dalamnya sehingga menimbulkan rasa pedas yang akan bisa temukan di tengkleng. Dan isinya cukup lengkap, ada iga, sumsum, dan bagian kepala kambing. 

Untuk harganya jangan khawatir, untuk satu porsi tengkleng mulai dari Rp 25.000 saja. Ditambah dengan es teh atau es jeruk sudah sangat nikmat sekali, apalagi bagi kalian pecinta kuliner kambing, haha.


Bagi kalian yang sedang berkunjung ke Solo, coba sempatkan buat cobain masakan tengklengnya ya, karena kemungkinan cita rasanya akan sedikit berbeda jika dimasak di daerah lain.


Harga

Harga menu di sini adalah mulai dari Rp 25.000 per porsinya.

Lokasi

Shelter Lojiwetan, Jl. Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133

Jam Buka

Tengkleng Bu Pon buka setiap hari pukul 09.00 – 14.00 WIB

516 readers

Related

Culinary Jawa TengahSurakartaTengkleng Bu Pon

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan Solo Sejak 1983
  • #HappyBirthday STEMATEL
  • Tam Cốc, Ninh Bình, Vietnam
  • Pecel Kawi Malang Asli Sejak 1975
  • Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku Sejak 1964
  • Ekstens Coffee and Space Jogja: Lebih dari Sekadar Tempat Ngopi
  • Masih Bertahan

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...